Surabaya, Liputan12.com – Provinsi Jawa Timur berhasil menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan dengan meraih gelar Juara Umum Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tingkat nasional 2026 untuk pertama kalinya. Kontingen Jawa Timur mengoleksi total 18 medali, terdiri atas enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi dunia pendidikan Jawa Timur, sekaligus menunjukkan potensi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan. Keberhasilan ini juga memperlihatkan bahwa pelajar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi berpeluang menjadi penggerak ekonomi melalui gagasan usaha yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
FIKSI Nasional 2026 diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam ajang tersebut, Jawa Timur berhasil menempati posisi teratas klasemen akhir setelah mengumpulkan enam medali emas, mengungguli sejumlah provinsi peserta lainnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas perjuangan para siswa yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan tekad, kreativitas, serta kesiapan pelajar Jawa Timur untuk berkompetisi dan tumbuh menjadi wirausahawan masa depan.
“Alhamdulillah, murid-murid kita berhasil kembali mencatatkan prestasi membanggakan lewat ajang FIKSI. Ini artinya mereka memiliki tekad kuat dan kesiapan tinggi untuk berkompetisi menjadi entrepreneur masa depan,” ujar Khofifah, Sabtu (17/10/2026).
Khofifah menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan pendidikan. Upaya itu dilakukan melalui pengembangan berbagai program pembinaan, termasuk optimalisasi program Double Track dan pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis industri.
Menurutnya, pendidikan perlu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga membentuk generasi muda yang mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta memiliki kemandirian ekonomi.
“Prestasi ini merupakan buah manis dari komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di sekolah, termasuk optimalisasi program Double Track dan SMK berbasis industri,” tegasnya.
“Kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mandiri secara ekonomi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuh Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah berpandangan bahwa pengembangan kewirausahaan di kalangan pelajar harus memiliki orientasi yang lebih luas daripada sekadar memperoleh keuntungan finansial. Inovasi yang dihasilkan siswa diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep sociopreneurship, yakni pengembangan usaha yang mengintegrasikan tujuan ekonomi dengan upaya memberikan dampak sosial. Melalui pendekatan ini, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan produk, layanan, maupun gagasan bisnis yang memiliki nilai tambah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Jatim Unggul dengan 18 Medali
Berdasarkan klasemen akhir FIKSI Nasional 2026, Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan raihan enam medali emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan total tujuh medali, terdiri atas lima emas dan dua perunggu. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 11 medali, yakni tiga emas, empat perak, dan empat perunggu.
Jawa Tengah berada di peringkat keempat dengan enam medali, terdiri atas satu emas, tiga perak, dan dua perunggu. Adapun Jawa Barat menempati posisi kelima dengan empat medali, yakni satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Raihan tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan perolehan medali terbanyak di antara lima provinsi teratas dalam klasemen akhir. Keberhasilan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan prestasi dan kewirausahaan di sekolah agar inovasi siswa dapat terus berkembang setelah kompetisi berakhir.
Pembinaan Intensif Menjadi Bagian dari Persiapan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa keberhasilan kontingen Jawa Timur meraih gelar juara umum tidak terlepas dari pembentukan tim pembinaan dan pendampingan intensif sebelum kompetisi berlangsung.
Dinas Pendidikan Jawa Timur melaksanakan tiga tahap pendampingan atau coaching clinic. Program tersebut melibatkan para pakar, kolaborasi lintas lembaga, pihak sekolah, serta dukungan orang tua siswa.
Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan gagasan, penyempurnaan laporan, hingga latihan mempresentasikan inovasi di hadapan dewan juri. Langkah tersebut ditujukan agar setiap peserta mampu menyampaikan ide dan keunggulan inovasinya secara terstruktur, jelas, serta meyakinkan.
“Kami bersyukur ikhtiar yang kita lakukan membawa hasil positif. Kami membedah gagasan dan laporan para pelajar satu per satu, memperkuat bagian yang kurang, serta melatih mereka agar mampu mempresentasikan inovasinya secara mantap di hadapan juri,” kata Aries.
Selain pemantapan materi dan presentasi, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyelenggarakan pemusatan latihan atau training center. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapan mental dan psikologis para siswa agar mampu tampil lebih percaya diri ketika berhadapan dengan dewan juri dan peserta dari daerah lain.
Pola pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta, mengingat kompetisi inovasi dan kewirausahaan tidak hanya menuntut kreativitas dalam menghasilkan gagasan, tetapi juga kemampuan menyusun konsep, menjelaskan manfaat, serta mempertanggungjawabkan ide yang dikembangkan.
Ekonomi Hijau, Kreatif, dan Digital Jadi Landasan Inovasi
Aries menambahkan bahwa FIKSI 2026 menekankan integrasi tiga bidang utama, yaitu ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.
Ketiga bidang tersebut menjadi landasan bagi pelajar untuk mengembangkan inovasi usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan. Integrasi ketiganya juga membuka ruang bagi siswa untuk menghubungkan kreativitas, pemanfaatan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pengembangan gagasan kewirausahaan.
Dalam perspektif tersebut, keberhasilan suatu usaha tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Wirausahawan masa depan bukan hanya mereka yang mampu mencetak profit, tetapi juga mereka yang menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekologi. Melalui ajang ini, kita melahirkan profil Pelajar Pancasila yang memiliki jiwa sociopreneur tangguh, etis, dan berwawasan global,” ungkap Aries.
Ia berharap keberhasilan Jawa Timur meraih gelar juara umum dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah di seluruh wilayah provinsi untuk terus mengembangkan potensi siswa di bidang inovasi dan kewirausahaan.
Menurut Aries, potensi pelajar perlu mendapatkan ruang pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan agar gagasan yang lahir dari lingkungan pendidikan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, melainkan dapat dikembangkan menjadi produk atau usaha yang memiliki peluang menembus pasar.
“Semoga capaian ini memotivasi seluruh generasi muda di Jatim untuk tidak ragu berkarya. Dindik Jatim siap terus mendampingi dan memfasilitasi setiap potensi inovasi anak-anak kita hingga mampu menembus pasar industri lokal maupun internasional,” pungkas Aries.
Momentum Memperkuat Kewirausahaan Pelajar
Keberhasilan Jawa Timur meraih Juara Umum FIKSI Nasional 2026 menjadi catatan penting bagi pengembangan pendidikan yang menghubungkan kompetensi siswa dengan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.
Raihan 18 medali tersebut menunjukkan hasil dari proses persiapan, pendampingan, serta kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan peserta. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan untuk memperluas kesempatan bagi pelajar dalam mengembangkan ide dan keterampilan kewirausahaan sejak di bangku sekolah.
Dengan penguatan program Double Track, pengembangan SMK berbasis industri, serta pembinaan yang mengintegrasikan ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak generasi muda yang mampu melahirkan inovasi bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial.
Prestasi di tingkat nasional ini diharapkan menjadi awal bagi pengembangan ekosistem kewirausahaan pelajar yang lebih kuat, sehingga kreativitas generasi muda Jawa Timur dapat terus tumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sumber: Siaran Pers Pemerintah Provinsi Jawa Timur
LIPUTAN12.COM

