Lamongan, Liputan12.com – Warga Kauman, Kabupaten Lamongan, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat mesin pertanian (alsintan), khususnya mesin pemanen padi jenis Combine Harvester atau yang akrab disebut mesin Combi.
Warga menegaskan bahwa bahan bakar yang digunakan untuk menunjang operasional mesin pemanen padi tersebut merupakan BBM jenis Dex non-subsidi yang dibeli secara resmi, bukan bahan bakar bersubsidi.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Para petani berharap persoalan tersebut tidak mengganggu aktivitas panen yang sedang berlangsung.
Khudiri, salah satu warga Kauman yang rutin membeli bahan bakar untuk kebutuhan mesin Combi, mengatakan bahwa penggunaan BBM non-subsidi merupakan pilihan yang dilakukan untuk menunjang operasional mesin pertanian.
“Kami membeli Solar Dex non-subsidi secara resmi untuk kebutuhan mesin combine. Mesin potong padi tipe modern seperti ini memang membutuhkan bahan bakar berkualitas agar performanya maksimal dan mesin tidak mudah rusak saat dipakai maraton di sawah,” ujar Khudiri saat ditemui, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, operasional mesin pemanen padi membutuhkan dukungan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Hal tersebut menjadi perhatian petani agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan lancar, terutama ketika memasuki masa panen yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu.
Khudiri juga membantah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi dalam kegiatan operasional mesin pemanen padi di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa pembelian bahan bakar dilakukan melalui jalur resmi dengan memilih produk non-subsidi.
“Kami paham aturan. Karena ini untuk operasional mesin kerja dan demi kelancaran panen bersama, kami pilih jalur yang resmi dan sesuai aturan dengan membeli produk non-subsidi,” tambahnya.
Petani Utamakan Kelancaran Panen
Penggunaan BBM yang sesuai dengan spesifikasi teknis mesin menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kinerja alat pertanian modern. Mesin Combine Harvester digunakan untuk memotong sekaligus merontokkan padi, sehingga operasionalnya perlu dijaga agar proses panen dapat berlangsung efektif.
Pemilihan jenis bahan bakar yang tepat juga perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan masing-masing mesin. Dengan perawatan yang baik dan penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi, risiko gangguan teknis selama pekerjaan di sawah diharapkan dapat diminimalkan.
Bagi para petani, kelancaran operasional mesin Combi memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan proses panen dan pengelolaan waktu kerja. Gangguan pada mesin berpotensi menghambat pekerjaan, terutama ketika panen dilakukan secara bergantian di sejumlah lahan pertanian.
Karena itu, Khudiri berharap masyarakat dapat memperoleh informasi secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.
Berharap Informasi Tidak Menimbulkan Kesalahpahaman
Melalui klarifikasi tersebut, warga Kauman berharap polemik mengenai penggunaan BBM untuk mesin pemanen padi tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat merugikan petani.
Mereka menegaskan pentingnya mengedepankan informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum menyampaikan tudingan terkait penggunaan BBM.
Di sisi lain, apabila terdapat dugaan pelanggaran dalam distribusi maupun penggunaan BBM bersubsidi, persoalan tersebut tetap perlu ditangani berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.
Warga berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan ini secara proporsional, sehingga kegiatan pertanian tetap berjalan lancar dan para petani dapat berkonsentrasi menyelesaikan masa panen.
Liputan12.com akan terus mengedepankan prinsip keberimbangan dan verifikasi informasi dalam pemberitaan.
Ther

