- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sukabumi Expo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Loker hingga Eropa dan Produk UMKM Meriahkan Palabuhanratu

Jumat, 11 September 2026 | 9/11/2026 10:25:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T03:25:42Z
Ribuan lowongan kerja hingga ke Eropa tersedia bagi warga Kabupaten Sukabumi. Kepastian itu muncul setelah Bupati Sukabumi H. Asep Japar resmi membuka Sukabumi Expo 2026 di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kamis malam (10/9/2026), sebagai bagian dari peringatan HJKS ke-156.


Palabuhanratu, Liputan12.com – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi yang tengah mencari peluang kerja. Ribuan lowongan pekerjaan dalam dan luar negeri hingga kawasan Eropa hadir dalam Sukabumi Expo 2026 yang dipusatkan di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu.


Sukabumi Expo 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.


Expo secara resmi dibuka Bupati Sukabumi H. Asep Japar pada Kamis malam (10/9/2026). Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sukabumi Expo tahun ini memiliki konsep yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.


Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggandeng sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk menghadirkan Job Fair berskala besar.


“Untuk job fair kali ini kita siapkan ribuan lowongan kerja ke luar negeri dan ratusan lowongan di dalam negeri. Penempatannya sampai ke Asia dan Eropa,” ujar Bupati Asep Japar saat pembukaan.


Menurutnya, kehadiran Job Fair tersebut merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan sekaligus membantu menekan angka pengangguran.


Bupati juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mencari pekerjaan, khususnya untuk peluang kerja ke luar negeri. Ia meminta masyarakat memanfaatkan informasi dan layanan resmi yang tersedia serta tidak mudah tergiur tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.


“Ini kesempatan emas. Masyarakat bisa langsung datang, tanya-tanya, dan manfaatkan peluang kerja yang ada. Jangan sampai tergiur calo,” tegasnya.


Selain menghadirkan berbagai informasi dan peluang kerja, Sukabumi Expo 2026 juga menjadi ruang promosi berbagai potensi unggulan daerah. Beragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kuliner, kerajinan serta hasil pembangunan dari sejumlah perangkat daerah dipamerkan kepada masyarakat.


Bupati mengatakan, expo tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan capaian pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Di expo ini kita tampilkan juga hasil-hasil pembangunan supaya masyarakat tahu sejauh mana capaian program Pemkab Sukabumi. Sekaligus kita dorong masyarakat untuk mencintai dan membeli produk UMKM kita sendiri,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menjelaskan bahwa Sukabumi Expo 2026 diikuti sebanyak 57 stand yang terdiri atas stand Organisasi Perangkat Daerah (OPD), UMKM, dan peserta umum.


Menurut Dani, salah satu daya tarik utama expo tahun ini adalah hadirnya layanan Job Fair yang mendapat dukungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi.


“Antusiasme luar biasa. Apalagi ada Disnakertrans yang membuka layanan job fair,” kata Dani.


Tak hanya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha, penyelenggaraan Sukabumi Expo juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.


Dani menyebut, sejak soft opening melalui Pesta Rakyat HJKS hingga pembukaan Sukabumi Expo, perputaran ekonomi telah mencapai sekitar Rp2,6 miliar.


“Perputaran ekonomi sejak pesta rakyat sampai hari ini sudah Rp2,6 miliar. Rata-rata pengunjung harian 1.500 orang, kalau Sabtu-Minggu bisa tembus 3.000 orang,” bebernya.


Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons positif. Selain menjadi ruang hiburan, expo diharapkan mampu menjadi penggerak transaksi ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.


Dani juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Sukabumi Expo 2026 tidak menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi. Pelaksanaan kegiatan terlaksana melalui kolaborasi dengan pihak ketiga dan dukungan sponsor.


“Alhamdulillah kegiatan ini tidak menggunakan APBD sama sekali. Semua berkat kerja sama dengan pihak ketiga dan sponsor,” pungkasnya.



Reporter: Ajid Alvaro

Editor: Redaksi

×
Berita Terbaru Update