Manggarai Timur, Liputan12.com – Keterbatasan infrastruktur dan sulitnya akses menuju wilayah terpencil tidak menyurutkan kepedulian terhadap warga terdampak gempa. Relawan Rumba Grup Yogyakarta bersama Caritas Keuskupan Ruteng turun langsung ke Kampung Kepan, Kelurahan Lempang Paji, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (30/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para relawan tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, tetapi juga menggelar trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa 15 Agustus 2026.
Bantuan yang disalurkan antara lain mi goreng, susu, beras, popok (pampers), obat-obatan serta sejumlah kebutuhan lainnya yang dibutuhkan masyarakat di lokasi pengungsian.
Kampung Kepan merupakan salah satu wilayah yang cukup sulit dijangkau akibat kondisi akses jalan yang belum memadai. Kondisi tersebut menyebabkan penyaluran bantuan dari pihak luar belum sepenuhnya merata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sekitar 35 rumah warga atau Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kepan dilaporkan roboh akibat gempa. Selain itu, terdapat sekitar 70 KK yang disebut masih membutuhkan bantuan dan sebelumnya belum tersentuh bantuan secara memadai.
Relawan Rumba Grup berharap pemerintah daerah dapat turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi secara merata. Pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan, terutama bangunan yang hancur total, juga dinilai penting agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain bantuan logistik, kegiatan trauma healing menjadi perhatian khusus para relawan. Anak-anak sekolah dasar (SD) yang terdampak gempa diajak mengikuti kegiatan pemulihan psikologis melalui aktivitas yang dirancang untuk mengurangi rasa takut dan mengembalikan semangat mereka setelah mengalami bencana.
Kegiatan tersebut dinilai penting karena dampak gempa tidak hanya menyangkut kerusakan rumah dan fasilitas warga, tetapi juga kondisi psikologis anak-anak yang mengalami langsung peristiwa tersebut.
“Trauma healing sangat penting bagi anak-anak untuk membantu proses pemulihan, menghilangkan rasa takut serta mengembalikan semangat belajar mereka pascagempa,” demikian informasi yang disampaikan terkait kegiatan tersebut melalui sambungan WhatsApp (WA).
Kegiatan kemanusiaan Rumba Grup bersama Caritas Keuskupan Ruteng di Kampung Kepan juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat di wilayah yang sulit mendapatkan akses bantuan.
Selain di Kampung Kepan, kegiatan trauma healing sebelumnya juga telah dilaksanakan di Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.
Para relawan berharap perhatian terhadap warga terdampak gempa terus berlanjut, terutama bagi masyarakat yang rumahnya hancur dan hingga kini masih harus tinggal di tenda pengungsian.


