Manggarai, Liputan12.com – Kondisi darurat pascagempa tidak menyurutkan semangat para guru dan peserta didik SMP Negeri 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Di tengah keterbatasan fasilitas, proses pembelajaran tetap berlangsung di tenda darurat. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan kondisi tidak menjadi alasan untuk menghentikan pendidikan bagi para peserta didik.
Dalam pantauan media ini, salah seorang guru, Adrianus Firman, S.Pd., terlihat penuh semangat memberikan materi kepada para siswa di dalam tenda darurat. Meski suasana belajar jauh dari kondisi ruang kelas seperti biasanya, guru dan siswa tetap berusaha menjalankan KBM dengan sungguh-sungguh.
Rombongan belajar (rombel) yang mengikuti pembelajaran di tenda darurat tersebut berjumlah 31 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan.
Para peserta didik juga tampak antusias mengikuti pembelajaran. Mereka menyimak materi yang disampaikan guru dan aktif menjawab pertanyaan selama proses KBM berlangsung.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa di tengah situasi sulit akibat bencana, keinginan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap tinggi.
Kepala Sekolah Dorong Siswa Tetap Fokus Belajar
Dalam pertemuan terpisah dengan media, Kepala SMP Negeri 4 Langke Rembong, Damianus Labur, menyampaikan harapannya agar seluruh peserta didik tetap mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Ia berharap para siswa dapat memahami dan menyimak setiap materi yang disampaikan oleh guru meskipun kegiatan belajar harus dilakukan dalam kondisi darurat.
Damianus juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah berencana melakukan gerakan sekolah peduli korban gempa di Kecamatan Lelak.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Gerakan tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian sekaligus kontribusi nyata keluarga besar SMP Negeri 4 Langke Rembong terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak gempa.
"Kami berharap anak-anak tetap semangat belajar dan dapat menyimak materi yang diberikan oleh guru dengan baik. Kami juga akan berupaya melakukan gerakan sekolah peduli korban gempa di Kecamatan Lelak sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak," demikian harapan Damianus.
Semangat guru dan siswa SMP Negeri 4 Langke Rembong untuk tetap belajar di tengah kondisi darurat menjadi gambaran bahwa pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Kontributor: Yohanes Sinding
Manggarai, NTT
