Sampang, Liputan12.com – Dukungan terhadap sektor pertanian masyarakat terus dilakukan di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Salah satunya melalui kegiatan droping pupuk organik yang diperuntukkan bagi kegiatan peremajaan tanaman jambu mete tahun 2026.
Kegiatan penyaluran pupuk organik tersebut dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) di wilayah Desa Tamberu Barat. Proses penyaluran dikoordinasikan oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sokobanah, Mukhayat Zukhri, dengan didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Tamberu Barat, Sufyan Asy'ari.
Pupuk organik yang disalurkan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani yang menjadi penerima dalam kegiatan peremajaan jambu mete. Sedikitnya terdapat empat kelompok tani yang menerima dukungan pupuk organik, yakni Kelompok Tani Rukun Makmur, Kelompok Tani Santosa, Kelompok Tani Maju Jaya dan Taruna Tani.
Masing-masing kelompok tani tersebut memiliki cakupan lahan pertanian sekitar 25 hektare. Untuk menunjang kegiatan peremajaan tanaman jambu mete, masing-masing kelompok memperoleh alokasi pupuk organik sebanyak 11.500 kilogram atau setara dengan 230 karung.
Penyaluran pupuk tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan nyata kepada para petani dalam melakukan perawatan lahan dan tanaman, khususnya pada kawasan yang menjadi lokasi kegiatan peremajaan jambu mete.
Peremajaan tanaman menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan komoditas pertanian. Dengan adanya dukungan sarana produksi berupa pupuk organik, para petani diharapkan mampu mengoptimalkan kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman jambu mete yang diremajakan.
Selain memberikan manfaat bagi tanaman, penggunaan pupuk organik juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan kegiatan peremajaan tidak hanya ditentukan oleh penanaman kembali, tetapi juga oleh pemeliharaan tanaman secara konsisten.
Sekretaris Desa Tamberu Barat, Sufyan Asy'ari, menyampaikan apresiasi atas adanya dukungan pupuk organik bagi para kelompok tani di wilayahnya.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap keberlangsungan usaha pertanian masyarakat, terutama bagi petani yang mengikuti kegiatan peremajaan jambu mete.
“Kami dari Pemerintah Desa Tamberu Barat tentu mengapresiasi adanya dukungan pupuk organik untuk kegiatan peremajaan jambu mete ini. Pupuk tersebut sangat dibutuhkan oleh kelompok tani untuk menunjang proses perawatan tanaman dan lahan pertanian,” ujar Sufyan.
Ia berharap pupuk yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masing-masing kelompok tani dan digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Sufyan juga berharap kegiatan peremajaan jambu mete tersebut dapat memberikan hasil positif bagi masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, tanaman yang tumbuh dan berkembang dengan baik nantinya diharapkan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi petani sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian di Desa Tamberu Barat.
“Kami berharap para kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan tanaman jambu mete yang diremajakan bisa tumbuh dengan baik dan ke depan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Sokobanah, Mukhayat Zukhri, menjelaskan bahwa droping pupuk organik tersebut merupakan bagian dari dukungan untuk pelaksanaan kegiatan peremajaan jambu mete tahun 2026.
Menurut Mukhayat, keberadaan pupuk organik menjadi salah satu penunjang yang dibutuhkan dalam proses pemeliharaan tanaman, terutama pada lahan yang masuk dalam kegiatan peremajaan.
“Kami berharap pupuk organik yang sudah disalurkan kepada kelompok tani dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak dimanfaatkan secara optimal,” kata Mukhayat.
Ia menambahkan, pihak BPP Kecamatan Sokobanah akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan kelompok tani dalam pelaksanaan kegiatan pertanian di lapangan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani apabila menemukan kendala dalam proses peremajaan maupun pemeliharaan tanaman.
Mukhayat juga mengingatkan para petani agar dalam penggunaan pupuk tetap memperhatikan kebutuhan tanaman serta kondisi lahan. Dengan pemanfaatan yang tepat, diharapkan pertumbuhan tanaman jambu mete dapat lebih baik sehingga tujuan dari kegiatan peremajaan dapat tercapai.
“Harapan kami tentunya tanaman yang diremajakan bisa tumbuh dengan baik, produktivitasnya meningkat dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat petani,” pungkasnya.
Dengan adanya dukungan pupuk organik tersebut, kegiatan peremajaan jambu mete di Desa Tamberu Barat diharapkan dapat berjalan secara optimal. Kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa dan BPP Kecamatan Sokobanah juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Sokobanah.
Penulis : Saladin
Editor : Sonhaji
