- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sambut Wajah Baru, Program Revitalisasi SDN Tambakploso Targetkan Lingkungan Belajar Modern

Sabtu, 12 September 2026 | 9/12/2026 08:00:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-12T13:00:19Z
Wajah baru SDN Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan segera terwujud. Melalui program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang didanai APBN, sekolah yang selama ini langganan banjir itu kini ditargetkan memiliki lingkungan belajar yang modern, aman, dan nyaman dalam 120 hari kalender


Lamongan, Liputan12.com – Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu langkah prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Melalui rehabilitasi maupun pembangunan fasilitas baru, program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, layak, dan mendukung proses pembelajaran peserta didik.


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perbaikan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan secara lebih luas, sebagaimana menjadi perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


Salah satu sekolah yang mendapatkan program revitalisasi tersebut adalah SDN Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.




Kepala SDN Tambakploso, Anik, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan melalui program revitalisasi tersebut.


Menurutnya, pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah menjadi angin segar bagi pihak sekolah, khususnya dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.


"Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Bapak Presiden, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian melalui program revitalisasi ini," ujar Anik.


Ia berharap setelah pembangunan selesai, kondisi SDN Tambakploso dapat jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Terlebih, sekolah selama ini menghadapi sejumlah persoalan pada sarana dan kondisi bangunan, termasuk genangan atau banjir yang kerap terjadi setiap tahun serta adanya bangunan yang membutuhkan perbaikan.


Anik menjelaskan, program revitalisasi yang diterima SDN Tambakploso tidak hanya sebatas memperbaiki bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas juga dibangun dan ditata kembali dari dasar agar mampu memenuhi kebutuhan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.


Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi ruang perpustakaan, rehabilitasi ruang guru, serta pembangunan toilet.


Selain itu, penataan lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari program tersebut. Seluruh pekerjaan diharapkan menjadi satu kesatuan dalam upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan suasana sekolah yang lebih tertata, bersih, sehat, dan nyaman.


"Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki fasilitas yang sudah ada, tetapi juga menjadi upaya membangun kembali lingkungan sekolah agar lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini," terang Anik.


Dalam pelaksanaan pembangunan, SDN Tambakploso juga menerapkan tata kelola yang melibatkan sejumlah unsur sekolah. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang terdiri dari komite sekolah, guru, dan kepala sekolah turut berperan dalam mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Pengelolaan pembangunan juga dilakukan secara terbuka dengan menyampaikan perkembangan pelaksanaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan serta pihak-pihak terkait.


Keterbukaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program revitalisasi dapat terlaksana secara baik, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.


Di tengah berlangsungnya pembangunan, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Sekolah berupaya mengatur aktivitas pembelajaran agar proses pendidikan bagi para siswa tidak terganggu secara signifikan.


Dengan demikian, peserta didik tetap dapat memperoleh layanan pendidikan secara optimal sembari pembangunan fasilitas sekolah berlangsung.


Program revitalisasi SDN Tambakploso tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender, dengan sumber pendanaan berasal dari APBN.


Anik berharap hadirnya fasilitas sekolah yang lebih layak nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar para siswa.


"Kami berharap dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman nantinya siswa semakin bersemangat dalam belajar, lebih disiplin, serta mampu meningkatkan prestasi. Kami juga mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil revitalisasi ini agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," pungkasnya. (Ther)

×
Berita Terbaru Update