- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warung Ketan Bubuk Kedelai dan Angsle Endull Mama Ririn, Titik Cahaya Ekonomi Kerakyatan di Desa Sugiwaras

Sabtu, 12 September 2026 | 9/12/2026 08:08:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-12T13:08:15Z
Di balik hiruk pikuk aktivitas pertanian dan perikanan Desa Sugiwaras, Kecamatan Kalitengah, Warung Ketan Bubuk Kedelai dan Angsle Endull Mama Ririn yang berdiri sederhana di pinggir rawa justru menjadi titik cahaya penggerak ekonomi kerakyatan yang menopang warga sekitar dan para pemancing yang melintas.


Lamongan, Liputan12.com – Di tengah geliat kehidupan masyarakat pedesaan yang masih bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang turut memberikan warna bagi kehidupan masyarakat.


Hal tersebut terlihat di Desa Sugiwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Desa yang sebagian masyarakatnya menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian dan perikanan tersebut juga memiliki sejumlah pelaku UMKM yang terus berusaha mengembangkan usahanya secara mandiri.


Salah satunya adalah Warung Ketan Bubuk Kedelai dan Angsle Endull Mama Ririn, yang berada di pinggir rawa Desa Sugiwaras. Warung sederhana milik Ibu Ririn tersebut setiap hari menyediakan beragam makanan dan minuman bagi masyarakat sekitar maupun warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.


Lokasinya yang berada di dekat rawa juga membuat warung tersebut menjadi salah satu tempat persinggahan bagi warga yang melakukan aktivitas di sekitar kawasan rawa, termasuk masyarakat yang datang untuk memancing.


Keberadaan warung kecil tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat desa. Dengan mengandalkan usaha secara mandiri, Mama Ririn turut memanfaatkan potensi lingkungan sekitar untuk menciptakan sumber pendapatan keluarga.


Sekretaris Desa (Sekdes) Sugiwaras, Supriyo, menyampaikan bahwa keberadaan UMKM seperti warung milik Mama Ririn memiliki arti penting bagi perekonomian masyarakat desa.


“Keberadaan warung ini sangat membantu warga sekitar maupun orang luar yang sedang melintas atau melakukan kegiatan memancing di rawa-rawa,” ujar Supriyo saat dikonfirmasi, Jumat (12/9/2026).


Menurutnya, meskipun berskala kecil, keberadaan berbagai usaha kuliner dan UMKM di Desa Sugiwaras tetap mempunyai peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.


Usaha kuliner seperti makanan, minuman, mie ayam, bakso dan aneka makanan lainnya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga berpotensi menciptakan kesempatan kerja, terutama bagi anggota keluarga yang ikut membantu menjalankan usaha.


“Walaupun tergolong usaha kecil, UMKM yang berada di Desa Sugiwaras memiliki peran penting dalam perekonomian desa. Usaha ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi anggota keluarga lainnya,” kata Supriyo.


Ia berharap keberadaan UMKM yang terus berkembang di Desa Sugiwaras dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk berani memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.


Menurutnya, pengembangan ekonomi desa membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, maupun pihak-pihak terkait. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan pemasaran hingga kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM.


“Pengembangan ekonomi desa memang memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah melalui program pemberdayaan masyarakat dapat memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Sugiwaras. Selain itu, akses permodalan yang mudah dan terjangkau juga menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.


Sementara itu, Sulikan, salah seorang warga yang menikmati hidangan di Warung Mama Ririn, menilai keberadaan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat.


Menurutnya, UMKM selama ini menjadi salah satu pilar penting perekonomian Indonesia. Selain menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, UMKM juga berperan dalam membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.


“UMKM menjadi salah satu pilar penting perekonomian Indonesia. Kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi sangat besar, sehingga penguatan sektor ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan,” ujar Sulikan.


Warung Ketan Bubuk Kedelai dan Angsle Endull Mama Ririn menjadi gambaran sederhana bagaimana usaha kecil dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung.


Di tengah potensi pertanian dan perikanan yang menjadi sektor utama Desa Sugiwaras, geliat UMKM seperti warung kuliner tersebut menunjukkan bahwa roda perekonomian desa dapat bergerak melalui berbagai sektor.


Dengan dukungan, pendampingan, inovasi serta pemasaran yang semakin luas, UMKM diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Desa Sugiwaras dan sekitarnya.



 (Ther)

×
Berita Terbaru Update