Pekanbaru, Riau — Liputan12.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan. Tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian dan keterampilan, Lapas Narkotika Rumbai juga memberikan perhatian terhadap aspek spiritual melalui program pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membentuk karakter dan pribadi warga binaan agar semakin religius, memiliki pemahaman keagamaan yang baik, serta mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dalam kegiatan pembinaan kerohanian tersebut, warga binaan mendapatkan materi keagamaan, di antaranya pembelajaran fiqih dan tahsin Al-Qur’an. Materi diberikan secara terarah dengan pendampingan para pengajar dari Majelis Sunan Ad-Dakwah.
Kegiatan berlangsung di masjid lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai. Para warga binaan tampak mengikuti proses pembelajaran dengan antusias dan tertib. Mereka diberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai dasar ilmu keislaman sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Pembelajaran fiqih diharapkan dapat membantu warga binaan memahami tata cara beribadah serta berbagai ketentuan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, melalui pembelajaran tahsin, warga binaan dibimbing untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, mulai dari pelafalan huruf, penerapan kaidah bacaan, hingga ketepatan dalam membaca ayat-ayat suci.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai melalui jajaran pembinaan terus mendorong agar kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan dampak terhadap perubahan perilaku warga binaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pembinaan kerohanian dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri dan memperkuat mental spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Dengan mendapatkan bekal keagamaan yang memadai, warga binaan diharapkan mampu melakukan introspeksi serta membangun tekad untuk memperbaiki diri.
Selain menjadi sarana meningkatkan pengetahuan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh ketenangan batin, memperkuat nilai-nilai moral, serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab.
Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berharap seluruh rangkaian pembinaan yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, warga binaan diharapkan tidak hanya menyelesaikan masa pidananya, tetapi juga mengalami perubahan positif dalam sikap dan perilaku sehingga mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, religius, taat hukum, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Editor: Alfitria
