Tanjung Jabung Timur, Liputan12.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Sungai Benu, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas bersama unsur Forkopimcam Sadu melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kebakaran lahan tersebut diketahui terjadi sejak Rabu, 26 Agustus 2026. Api melanda areal lahan di kawasan PRT 7 arah laut, Desa Sungai Benu, Kecamatan Sadu. Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan pemantauan secara intensif.
Kapolsek Sadu Iptu Erwin Susanto, S.E., bersama Danramil dan Camat Sadu turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Mereka bersama petugas dan masyarakat berupaya melakukan penanganan agar api tidak semakin meluas ke area lainnya.
Proses pemadaman berlangsung hingga Senin, 30 Agustus 2026. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan pendinginan di sejumlah bagian lahan yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api maupun sumber panas yang masih tersisa benar-benar padam.
Keseriusan unsur Forkopimcam dalam menangani karhutla juga terlihat dari upaya pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan. Selama proses pemadaman, Kapolsek, Danramil dan Camat Sadu bahkan bermalam di rumah warga setempat agar dapat memantau kondisi lokasi dan memastikan tidak muncul kembali titik api.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai puluhan hektare. Besarnya area yang terbakar menjadi perhatian tersendiri, mengingat kondisi lahan yang masih kering akibat kemarau panjang berpotensi menyebabkan api kembali muncul apabila tidak dilakukan pemantauan secara rutin.
Kapolsek Sadu Iptu Erwin Susanto, S.E. mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu munculnya api dan menyebabkan kebakaran meluas.
"Apabila masyarakat menemukan adanya asap maupun titik api, segera laporkan kepada aparat keamanan atau pemerintah setempat agar dapat segera dilakukan penanganan," demikian imbauannya.
Upaya pemadaman dan pendinginan tersebut diharapkan dapat mencegah meluasnya karhutla sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api di wilayah Kecamatan Sadu.
//SYAM//



