Lamongan, Liputan12.com – Ratusan warga Desa Gelap, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memeriahkan karnaval kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Desa Gelap, Senin (31/8/2026), tersebut diikuti oleh masyarakat dari seluruh RT yang berada di desa setempat. Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga berakhirnya rangkaian karnaval.
Ratusan peserta dari berbagai RT tampil dengan membawa beragam kreasi. Mulai dari miniatur, ogoh-ogoh, maskot, kostum bernuansa kemerdekaan, pertunjukan musik, hingga berbagai performance yang menghibur masyarakat.
Setiap RT berusaha menampilkan konsep yang berbeda. Bahkan, sejumlah RT mengikutsertakan puluhan hingga sekitar 100 peserta untuk memeriahkan kegiatan tahunan tersebut.
Kepala Desa Gelap, Agus Syaifudin, mengatakan karnaval tahun ini mengangkat tiga tema utama yang dapat dikembangkan secara bebas oleh masing-masing RT.
“Tema pertama adalah kemerdekaan, untuk mengenang jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Kedua, adat dan budaya dengan mengangkat keberagaman Nusantara. Ketiga, potensi lokal, khususnya UMKM dari masing-masing wilayah RT,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kemeriahan karnaval tidak hanya berasal dari masyarakat di tingkat RT. Sejumlah lembaga pendidikan di sekitar wilayah Desa Gelap juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Beberapa di antaranya berasal dari SDN, TK, PAUD, dan MI. Para peserta dari lembaga pendidikan tersebut ikut menampilkan berbagai kreativitas, termasuk menghadirkan maskot yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan karnaval.
“Selain tingkat RT, karnaval juga dimeriahkan oleh sejumlah sekolah dan lembaga di sekitar wilayah desa. Beberapa di antaranya adalah SDN, TK, PAUD, dan MI yang turut berpartisipasi dengan menghadirkan maskot dalam kegiatan tersebut,” katanya.
Kreativitas warga semakin terlihat dari beragam atribut yang ditampilkan sepanjang perjalanan karnaval. Masing-masing kelompok berusaha menyajikan konsep yang unik dan berbeda sesuai tema yang telah ditentukan.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi warga untuk memperkenalkan potensi lingkungan masing-masing. Termasuk memperkenalkan keberagaman budaya serta produk usaha masyarakat yang ada di tingkat RT.
Agus menjelaskan, karnaval kemerdekaan tersebut sekaligus dikemas dalam bentuk perlombaan. Para peserta berkesempatan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Untuk menjaga objektivitas dalam proses penilaian, panitia menghadirkan dewan juri independen yang dinilai memiliki kompetensi dalam bidang karnaval.
“Karnaval kemerdekaan ini juga dikemas dalam bentuk perlombaan. Peserta akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri independen yang dinilai memiliki kompetensi dalam bidang karnaval,” jelasnya.
Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek yang ditampilkan peserta, mulai dari kreativitas, kesesuaian dengan tema, kekompakan, kostum, hingga konsep pertunjukan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval semakin menambah semarak suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Gelap.
Agus menambahkan, rute karnaval dimulai dari jalan raya desa, kemudian peserta memasuki sejumlah gang di wilayah Desa Gelap dan selanjutnya kembali ke titik awal pemberangkatan.
Terkait pelaksanaan karnaval dengan konsep serupa pada tahun mendatang, pihak desa belum dapat memastikan. Menurut Agus, panitia ingin menghadirkan suasana yang berbeda dan segar dalam setiap peringatan kemerdekaan.
“Panitia ingin menghadirkan suasana yang berbeda dan segar setiap kali peringatan kemerdekaan. Meski bentuk kegiatannya dapat berubah, semangat masyarakat Desa Gelap untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dipastikan tetap tinggi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, bentuk kegiatan peringatan kemerdekaan dapat saja berubah setiap tahun. Namun, semangat warga Desa Gelap dalam menyambut dan memeriahkan kemerdekaan akan terus dipertahankan.
“Bentuk kegiatannya bisa saja berbeda setiap tahun. Namun, semangat warga Desa Gelap untuk menyambut dan memeriahkan kemerdekaan akan tetap all-out,” pungkasnya. (Ther)
