Sampang, Liputan12.com — Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Daruttauhid Injelan, Kabupaten Sampang, menyusul wafatnya salah satu ulama yang selama ini menjadi bagian penting dalam lingkungan pesantren, KH. Aliuddin Abdul Bari.
KH. Aliuddin Abdul Bari yang merupakan bagian dari Majelis Keluarga PP Daruttauhid Injelan sekaligus adik kandung KH. Muhaimin Abd Bari, telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergian almarhum menjadi kabar duka tidak hanya bagi keluarga besar pesantren, tetapi juga bagi para santri, kerabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal sosok beliau.
Di tengah suasana kehilangan tersebut, berbagai bentuk kepedulian terus mengalir kepada keluarga almarhum. Salah satunya datang dari Bun Wid yang turut menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga besar PP Daruttauhid Injelan.
Sebagai bentuk penghormatan, takzim, dan kepedulian atas wafatnya KH. Aliuddin Abdul Bari, Bun Wid menyerahkan bantuan berupa satu ekor sapi kepada pihak keluarga dan pengasuh PP Daruttauhid Injelan.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan selama berlangsungnya rangkaian takziah. Kehadiran para pelayat yang datang dari berbagai kalangan tentu membutuhkan dukungan, terutama dalam penyediaan konsumsi selama keluarga dan masyarakat berkumpul untuk menyampaikan doa serta penghormatan terakhir kepada almarhum.
Bagi Bun Wid, bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepedulian secara materi. Lebih dari itu, penyerahan satu ekor sapi tersebut menjadi ungkapan belasungkawa sekaligus bentuk penghormatan kepada sosok ulama yang telah menjadi bagian dari keluarga besar PP Daruttauhid Injelan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami merasa sangat kehilangan atas wafatnya KH. Aliuddin Abdul Bari. Penyaluran satu ekor sapi ini merupakan wujud takzim, cinta, serta kepedulian kami kepada almarhum dan keluarga besar PP Daruttauhid Injelan Sampang,” ujar perwakilan Bun Wid.
Ia menyampaikan bahwa dalam suasana duka, kepedulian dan kebersamaan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran, doa, maupun bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan berbagai kebutuhan selama proses takziah dan pelaksanaan majelis doa.
Penyerahan bantuan tersebut juga menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Ketika salah satu keluarga besar mengalami musibah kehilangan, masyarakat dan berbagai pihak hadir untuk memberikan dukungan serta menguatkan keluarga yang sedang berduka.
Pihak keluarga dan pengurus PP Daruttauhid Injelan menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta kepedulian Bun Wid. Bantuan satu ekor sapi tersebut dinilai sangat membantu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumsi para pelayat yang hadir selama rangkaian takziah dan doa bersama.
Kepergian KH. Aliuddin Abdul Bari tentunya meninggalkan ruang duka yang mendalam bagi keluarga besar PP Daruttauhid Injelan. Sosok beliau akan selalu dikenang oleh keluarga dan masyarakat yang pernah berinteraksi serta mendapatkan manfaat dari keberadaan beliau di lingkungan pesantren.
Di tengah suasana kehilangan, doa menjadi salah satu bentuk penghormatan terbaik yang dapat diberikan kepada almarhum. Keluarga besar pesantren, para santri, kerabat, dan masyarakat pun terus mendoakan agar almarhum mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Semoga almarhum KH. Aliuddin Abdul Bari mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadah dan kebaikannya, diampuni segala khilaf dan kesalahannya, serta ditempatkan bersama orang-orang saleh.
Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga segala kebaikan dan pengabdian almarhum menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan memberikan keberkahan bagi keluarga serta generasi yang ditinggalkan.
Penulis : Saladin
