Sampang, Liputan12.com — Upaya mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas terus dilakukan berbagai pihak. LSM Sahabat Imipas bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan pergaulan bebas bagi pelajar SMA Negeri 4 Sampang dan SMK Negeri 1 Omben.
Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkoba serta bahaya pergaulan yang dapat mengancam pendidikan dan masa depan mereka.
Pesan penting turut disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol. (Purn.) Agus Andrianto. Ia menekankan pentingnya menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman narkoba dan berbagai perilaku negatif.
“Generasi muda Indonesia harus diselamatkan dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas.”
Menurutnya, persoalan narkoba dan pergaulan bebas bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi dapat berdampak luas terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak sampai berakhir di lembaga pemasyarakatan akibat penyalahgunaan narkoba maupun persoalan hukum yang berawal dari pergaulan negatif.
“Kita tidak ingin anak-anak muda Indonesia memenuhi penjara karena narkoba dan pergaulan bebas. Mereka seharusnya berada di sekolah, kampus, tempat kerja, membangun keluarga, berkarya dan menjadi generasi penerus bangsa.”
Aksa Halatu: Jangan Pertaruhkan Masa Depan
Ketua LSM Sahabat Imipas, Aksa Halatu, menegaskan bahwa edukasi di lingkungan sekolah merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan sejak dini.
Menurutnya, narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat merusak pendidikan, hubungan keluarga hingga masa depan generasi muda.
“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan pendidikan, keluarga dan masa depan. Kami ingin anak-anak muda memahami bahwa masa depan mereka terlalu berharga untuk dipertaruhkan dengan narkoba,” ujar Aksa Halatu.
Ia mengajak para pelajar berani mengatakan tidak terhadap narkoba serta lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.
Aksa menilai gerakan pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Hasan Rohmad: Jangan Menunggu Anak Menjadi Korban
Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, Hasan Rohmad, mengapresiasi kolaborasi LSM Sahabat Imipas dalam memberikan edukasi kepada para pelajar.
Ia menilai persoalan narkoba harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan karena dampaknya dapat menghancurkan masa depan peserta didik.
“Kita jangan menunggu anak-anak kita menjadi korban baru kemudian bergerak. Pencegahan harus dimulai sekarang. Pendidikan karakter harus menjadi benteng utama agar anak-anak memiliki ketahanan diri menghadapi berbagai pengaruh negatif,” ujar Hasan Rohmad.
Menurut Hasan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membentuk karakter, moral, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab peserta didik.
“Anak-anak kita harus disiapkan menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan produktif. Jangan sampai usia muda mereka justru dihabiskan di balik jeruji besi karena salah memilih pergaulan dan terjerumus narkoba,” tegasnya.
Imamah J: Sekolah Harus Menjadi Benteng
Kepala SMK Negeri 1 Omben, Imamah J, menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut.
Ia menilai edukasi mengenai bahaya narkoba dan pergaulan bebas sangat penting agar para siswa memiliki pengetahuan serta kesadaran untuk menjaga diri.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Harapannya mereka mampu memilih pergaulan yang sehat, menjaga diri dan fokus meraih prestasi,” ujar Imamah J.
Dari Penjara Menuju Prestasi
Kegiatan sosialisasi tersebut membawa pesan penting bahwa generasi muda harus dijauhkan dari narkoba dan berbagai bentuk pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan.
Masa muda semestinya diisi dengan kegiatan positif, seperti pendidikan, kreativitas, olahraga, kegiatan sosial, kewirausahaan serta berbagai aktivitas yang mampu mengembangkan potensi diri.
Karena itu, kolaborasi LSM Sahabat Imipas dan Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan edukasi dan pencegahan narkoba yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai sekolah.
Menyelamatkan satu anak dari narkoba berarti menyelamatkan satu masa depan. Menyelamatkan generasi muda berarti ikut menjaga masa depan Indonesia.
“Selamatkan Generasi Muda Indonesia. Jauhi Narkoba, Hindari Pergaulan Bebas, Raih Prestasi dan Bangun Masa Depan.”
Saladin
