![]() |
| Kapolres Labuhanbatu Apresiasi Aksi Solidaritas Warga, Dua Orang Diamankan dan 13 Paket Sabu Disita dalam Operasi Sarang Narkoba |
Labuhanbatu, Liputan12.com — Aksi spontan tiga warga sipil di Lingkungan Paindoan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba (OSN), Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Ketiganya turun ke sungai untuk membantu seorang anggota kepolisian yang kelelahan saat mengejar seorang pria yang diduga sebagai pemasok narkotika jenis sabu.
Aksi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. Di lokasi kegiatan, Kapolres tampak menyalami dan berdialog dengan warga yang telah membantu anggotanya.
Dalam video yang diterima redaksi, Wahyu menyampaikan terima kasih sekaligus menjanjikan penghargaan kepada ketiga warga tersebut. Ia juga menyebut Kepala Lingkungan (Kepling) Paindoan akan dilibatkan dalam pemberian apresiasi itu.
“Saya kasih hadiah. Saya kasih penghargaan nanti sama anggota saya, nanti berempat sama Pak Kepling. Hari Senin jam 8 saya tunggu di Polres ya. Terima kasih sudah membantu anggota saya,” ujar Wahyu.
Anggota Kelelahan Saat Pengejaran di Sungai
Peristiwa itu bermula ketika personel Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu melaksanakan Operasi Sarang Narkoba di kawasan Paindoan. Operasi tersebut, menurut Kapolres, merupakan bagian dari program prioritas Kapolri dalam upaya pemberantasan narkoba.
Dalam kegiatan itu, petugas mendatangi salah satu rumah dan mengamankan dua orang. Dari lokasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 13 paket yang diduga berisi sabu, satu alat isap atau bong, serta satu senjata tajam jenis klewang atau samurai.
Berdasarkan materi yang diterima redaksi, senjata tajam tersebut disebut berkaitan dengan seorang pria berinisial H yang disebut sebagai residivis. Namun, informasi mengenai kepemilikan barang dan keterlibatan masing-masing pihak tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan serta keterangan resmi penyidik.
Situasi kemudian berkembang ketika seorang pria berinisial I, yang menurut keterangan dalam materi berita diduga sebagai pemasok sabu, melarikan diri dengan menyeberangi sungai untuk menghindari petugas.
Anggota kepolisian yang melakukan pengejaran dilaporkan hampir kehabisan tenaga dan mengalami kondisi lemas di tengah sungai. Melihat situasi tersebut, tiga warga setempat tanpa ragu ikut turun ke sungai untuk memberikan bantuan.
Pertolongan itu menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa di lapangan. Meski mendapat bantuan warga, pria berinisial I dilaporkan berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kapolres: Dukungan Masyarakat Penting bagi Kamtibmas
Kapolres Labuhanbatu menegaskan bahwa dukungan masyarakat merupakan unsur penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk dalam upaya memberantas peredaran narkotika.
“Operasi sarang narkoba ini program prioritas Bapak Kapolri Jenderal Pol Dr (HC) Suyudi Ario Seto. Hari ini kita berkomitmen berantas narkoba. Tadi anggota kami dibantu tiga masyarakat saat kejar pelaku yang menyeberang sungai. Tiga warga akan kami beri apresiasi karena mendukung Kamtibmas dan tugas Polri,” tegas Wahyu.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan penghargaan kepolisian terhadap partisipasi warga yang membantu petugas saat menghadapi situasi di lapangan.
Rencana pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Senin pukul 08.00 WIB di Mapolres Labuhanbatu. Berdasarkan keterangan Kapolres, penghargaan itu akan diberikan kepada tiga warga yang membantu anggota kepolisian, dengan melibatkan Kepala Lingkungan Paindoan.
Paindoan Disebut Rawan Peredaran Narkoba
Kepala Lingkungan Paindoan, Yusnel, membenarkan bahwa wilayahnya selama ini menghadapi persoalan terkait dugaan peredaran narkotika. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dan jajaran kepolisian atas pelaksanaan operasi tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres. Sebelumnya kondisi di sini memang sering jual narkoba. Wilayah Paindoan ini memang rawan. Sudah hampir 5 kali penangkapan di sini,” ungkap Yusnel.
Pernyataan Yusnel menggambarkan kekhawatiran lingkungan setempat terhadap persoalan narkoba. Meski demikian, penilaian mengenai tingkat kerawanan wilayah dan penanganan setiap perkara tetap perlu didasarkan pada data serta keterangan resmi pihak berwenang.
Pengungkapan kasus dalam operasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran narkotika dan menjaga keamanan masyarakat. Partisipasi warga, sebagaimana terlihat dalam peristiwa di Paindoan, juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam menghadapi persoalan keamanan.
Di sisi lain, pengejaran terhadap pria berinisial I masih menjadi bagian dari penanganan perkara oleh kepolisian. Status dan dugaan keterlibatan setiap pihak harus tetap ditempatkan dalam proses hukum yang berlaku.
Liputan12.com menegaskan bahwa seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Rnl


