Pekanbaru, Liputan12.com – Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) memperkuat konsolidasi organisasi di Provinsi Riau. Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AWI se-Provinsi Riau resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ballroom Alpha Hotel Pekanbaru, Senin (12/10/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Darbi, S.Ag., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD AWI Provinsi Riau untuk masa bakti 2026–2031 melalui Musyawarah Daerah (Musda) I AWI. Penetapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kepemimpinan dan menyatukan langkah organisasi wartawan di seluruh wilayah Riau.
Prosesi pelantikan berlangsung di Ballroom Alpha Hotel, Jalan Imam Munandar No. 17, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AWI, Drs. H. Syamsudin HA, MM., didampingi Sekretaris Jenderal DPP AWI, Khairul Anwar, S.H., M.H.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bengkalis, Dr. Bagus Santoso, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, Kapenrem 031/Wira Bima Mayor Arh. Jemirianto, serta Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi A. Samosir, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Kapolda Riau.
Kehadiran sejumlah unsur pemerintah dan institusi tersebut menambah makna penting pelantikan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara insan pers, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.
Darbi Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Peran AWI
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Musda I AWI yang menetapkan Darbi, S.Ag., sebagai Ketua DPD AWI Provinsi Riau secara aklamasi untuk periode 2026–2031.
Dalam menjalankan roda organisasi, Darbi akan didampingi Effendi Basri sebagai sekretaris dan Sampir Bianto, S.E., sebagai bendahara. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan, serta memperluas kontribusi pers dalam kehidupan masyarakat.
Terpilihnya Darbi menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membawa AWI Riau semakin berkembang, tidak hanya sebagai wadah berhimpunnya wartawan, tetapi juga sebagai organisasi yang berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengawal berbagai persoalan pembangunan.
Dalam sambutannya, Darbi menegaskan bahwa pers memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan demokrasi. Wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral untuk memastikan persoalan masyarakat mendapatkan perhatian dari pihak-pihak yang berwenang.
Menurutnya, keberadaan AWI harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, objektif, serta berpihak pada kepentingan publik tanpa mengabaikan prinsip-prinsip profesionalisme jurnalistik.
Soroti Pemerataan Pembangunan di Provinsi Riau
Dalam kesempatan tersebut, Darbi turut menyoroti potensi besar Provinsi Riau yang memiliki sumber daya alam dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara.
Namun, menurutnya, besarnya potensi dan kontribusi tersebut perlu diimbangi dengan pemerataan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat secara luas, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan peningkatan kualitas fasilitas publik di berbagai kabupaten/kota.
“AWI Riau berkomitmen menyuarakan potensi daerah ini ke tingkat pusat. Berdasarkan kajian kami, akselerasi pembangunan di Riau belum sepenuhnya berimbang jika dibandingkan dengan kontribusi besar yang telah disetorkan ke pemerintah pusat,” ujar Darbi.
Ia menilai, pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan penting yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Pembangunan, menurutnya, tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi atau potensi ekonomi, tetapi juga harus dilihat dari manfaat yang diterima masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kondisi infrastruktur jalan raya di sejumlah wilayah. Jalan yang mengalami kerusakan serta kualitas fasilitas umum yang belum memadai dinilai dapat menghambat mobilitas warga, distribusi barang, aktivitas ekonomi, hingga akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
“Persoalan jalan rusak dan minimnya kualitas fasilitas publik masih menjadi keluhan mendasar masyarakat. AWI akan secara konsisten mengawal serta memperjuangkan aspirasi ini agar mendapat respons dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Darbi berharap, berbagai persoalan pembangunan tersebut dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti melalui kebijakan serta program yang tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus ikut melakukan pengawasan secara konstruktif.
AWI Diharapkan Menjadi Jembatan Aspirasi Masyarakat
Lebih lanjut, Darbi menyampaikan bahwa AWI Riau diharapkan dapat menjalankan peran sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui pemberitaan yang bertanggung jawab, berbagai aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara proporsional kepada para pemangku kepentingan. Dengan demikian, pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong dialog, transparansi, dan perbaikan pelayanan publik.
Ia menegaskan, fungsi kontrol sosial harus dijalankan secara profesional, berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik terhadap kebijakan maupun pelaksanaan pembangunan perlu disampaikan secara konstruktif, disertai upaya verifikasi dan pemberian ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Dengan prinsip tersebut, AWI diharapkan mampu menjadi mitra kritis yang tetap menjaga independensi pers, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Tekankan Profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik
Selain menyoroti pembangunan daerah, Darbi memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan di lingkungan AWI.
Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan penyebaran berita melalui berbagai platform digital. Kondisi tersebut menuntut wartawan untuk bekerja lebih cermat, mengutamakan verifikasi, serta mampu membedakan fakta dari opini maupun informasi yang belum terkonfirmasi.
Ia mengingatkan bahwa kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengalahkan akurasi. Setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses pemeriksaan yang memadai, disajikan secara berimbang, dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik.
Darbi juga menegaskan bahwa seluruh anggota AWI wajib menjaga integritas dan marwah profesi wartawan. Ia mengingatkan agar tidak ada anggota yang menyalahgunakan identitas maupun profesinya untuk kepentingan pribadi yang bertentangan dengan hukum dan etika.
“Saya mengimbau kepada seluruh anggota untuk menjaga marwah profesi ini secara profesional. Hindari segala bentuk penyalahgunaan profesi wartawan, termasuk tindakan pemerasan atau aktivitas lain yang dapat mencoreng citra pers,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi keberlangsungan pers. Tanpa integritas, akurasi, dan tanggung jawab, media akan sulit mempertahankan kredibilitasnya di tengah masyarakat.
Karena itu, kepengurusan baru DPD AWI Riau diharapkan tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan kompetensi wartawan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Konsolidasi Pengurus di 12 Kabupaten/Kota
Menutup sambutannya, Darbi menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh pengurus DPD dan DPC AWI yang telah dilantik, termasuk jajaran perwakilan organisasi di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Ia berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta membangun kerja sama yang baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat dicapai hanya melalui kepemimpinan di tingkat provinsi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pengurus cabang dan anggota di daerah. Konsolidasi internal, komunikasi yang terbuka, serta pelaksanaan program kerja yang terarah menjadi kunci untuk memperkuat keberadaan AWI di tengah masyarakat.
“Selamat bertugas kepada rekan-rekan pengurus yang telah dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan DPD dan DPC AWI se-Provinsi Riau serta pelaksanaan Musda I tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam membangun pers yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Dengan kepengurusan periode 2026–2031, AWI Riau diharapkan mampu memperluas peran strategis insan pers, mengawal aspirasi masyarakat, serta berkontribusi dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih merata dan berkeadilan.
Editor: Alfitria
LIPUTAN12.COM


