- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Stok Pertalite dan Pertamax Habis, Nelayan dan Tukang Ojek di Mangoli Utara Keluhkan Kelangkaan BBM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10/15/2026 09:01:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T02:01:14Z


KEPULAUAN SULA, Liputan12.Com — Habisnya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax dikeluhkan masyarakat, terutama kalangan nelayan dan tukang ojek yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.


Kelangkaan tersebut menjadi persoalan serius bagi masyarakat Kecamatan Mangoli Utara. Pasalnya, BBM bukan sekadar kebutuhan transportasi, melainkan juga menjadi penunjang utama aktivitas ekonomi warga, khususnya nelayan yang membutuhkan bahan bakar untuk melaut dan pengemudi ojek yang menggantungkan penghasilan dari jasa transportasi.


Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena ketika stok Pertalite dan Pertamax habis, aktivitas mereka ikut terganggu. 


Nelayan berpotensi kesulitan melaut, sementara tukang ojek menghadapi hambatan dalam melayani penumpang dan memperoleh pendapatan harian.


Kondisi ini semakin menjadi perhatian karena Kecamatan Mangoli Utara disebut-sebut sebagai salah satu wilayah dengan tingkat penggunaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax terbesar kedua di Kabupaten Kepulauan Sula. Dengan kebutuhan yang cukup tinggi, 


ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM seharusnya menjadi perhatian serius pihak terkait.

Warga Minta Pemerintah dan Pihak Terkait Bertindak

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak penyalur BBM, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. 


Jangan sampai kelangkaan BBM yang berlangsung berlarut-larut semakin membebani masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan transportasi.


Selain memastikan pasokan kembali tersedia, pihak terkait juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap pola distribusi, kecukupan stok, dan kesesuaian pasokan dengan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Mangoli Utara.


Pertanyaan yang perlu dijawab ialah apa penyebab habisnya stok Pertalite dan Pertamax, bagaimana kondisi pasokan yang disalurkan ke wilayah tersebut, serta langkah apa yang disiapkan untuk mencegah persoalan serupa terulang.


Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar penjelasan. Sebab, ketika BBM tidak tersedia, roda perekonomian warga ikut terhambat. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan solusi agar nelayan dapat kembali melaut dan tukang ojek bisa menjalankan aktivitasnya secara normal.

Red By. RZ

×
Berita Terbaru Update