- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Relawan Gerak Bareng Bangun Huntara untuk Vinsensius Soge, Penyintas Gempa di Kecamatan Reok

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10/17/2026 02:01:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-17T07:01:29Z
Relawan bersama warga bergotong royong mengerjakan pembangunan kerangka hunian sementara (Huntara) bagi penyintas gempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Melalui aksi kemanusiaan ini, Relawan Gerak Bareng berupaya membantu warga yang kehilangan tempat tinggal, termasuk Vinsensius Soge, agar kembali memiliki tempat berteduh di tengah proses pemulihan pascabencana.


Manggarai, Liputan12.com — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Pascagempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026, sejumlah warga harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka mengalami kerusakan berat hingga roboh.


Di tengah kondisi tersebut, Relawan Gerak Bareng hadir dengan aksi nyata melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak yang membutuhkan tempat berteduh. Salah satu penerima manfaat bantuan tersebut adalah Vinsensius Soge, yang kini mulai mendapatkan dukungan untuk membangun kembali tempat tinggal sementara setelah bencana.


Berdasarkan keterangan pers yang diterima Liputan12.com, pembangunan Huntara tersebut merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan Relawan Gerak Bareng yang berpusat di Kecamatan Reok. Melalui kerja bersama dan semangat solidaritas, para relawan berupaya membantu masyarakat melewati masa sulit setelah kehilangan rumah akibat gempa.





Huntara Menjadi Harapan untuk Bangkit


Pembangunan hunian sementara dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan material kayu sebagai kerangka bangunan. Meski bersifat sementara, keberadaan Huntara memiliki arti penting bagi keluarga penyintas karena dapat menjadi tempat untuk berteduh, beristirahat, dan menjalani aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.


Bagi warga yang kehilangan rumah, tersedianya tempat tinggal sementara bukan sekadar persoalan bangunan. Huntara juga menjadi bagian dari upaya memulihkan rasa aman dan memberikan ruang bagi keluarga untuk kembali menata kehidupan setelah menghadapi bencana.


Relawan Gerak Bareng terus berupaya menjalankan misi kemanusiaan dengan membantu sejumlah warga terdampak di berbagai wilayah yang membutuhkan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan langsung, termasuk membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terdampak.





Warga Berharap Bantuan Menjangkau Lebih Banyak Penyintas


Di balik pembangunan Huntara tersebut, masih terdapat harapan masyarakat agar perhatian terhadap penyintas gempa di Kecamatan Reok dapat terus berlanjut. Warga berharap bantuan juga dapat menjangkau keluarga yang rumahnya roboh atau mengalami kerusakan berat, tetapi belum tercantum dalam daftar penerima bantuan Huntara dari pemerintah.


Masyarakat menilai bahwa warga yang belum terdata atau belum memperoleh bantuan tetap membutuhkan perhatian. Karena itu, mereka berharap berbagai pihak dapat turut melihat kondisi para penyintas dan membantu sesuai kebutuhan serta kemampuan yang tersedia.


“Kami berharap Relawan Gerak Bareng tetap semangat membantu masyarakat yang terdampak gempa, terutama warga yang rumahnya roboh tetapi belum mendapatkan bantuan Huntara. Masih ada keluarga yang membutuhkan tempat berteduh. Semoga kepedulian dan semangat kemanusiaan ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” demikian harapan masyarakat terdampak di Kecamatan Reok sebagaimana disampaikan dalam materi yang diterima redaksi.


Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Selain pembangunan fisik, keberadaan dukungan sosial juga menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.


Gotong Royong Menumbuhkan Kembali Harapan


Aksi Relawan Gerak Bareng dalam pembangunan Huntara bagi Vinsensius Soge memperlihatkan pentingnya solidaritas ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. Kerja bersama menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat membantu meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal.


Di tengah keterbatasan, pembangunan hunian sementara menghadirkan harapan bagi penyintas untuk kembali memiliki tempat berteduh. Namun, kebutuhan warga yang belum mendapatkan bantuan juga menjadi perhatian yang perlu terus disuarakan agar upaya pemulihan dapat menjangkau masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhannya.


Bagi para penyintas gempa di Kecamatan Reok, setiap upaya kemanusiaan memiliki makna tersendiri. Di balik bangunan sederhana yang mulai didirikan, terdapat harapan agar keluarga terdampak dapat menjalani hari-hari ke depan dengan lebih tenang sembari menata kembali kehidupan mereka.




Reporter: Yohanes Sinding

Editor: Tim Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update