- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kekeringan di Sumenep Jadi Perhatian, Slamet Ariyadi Dorong Sinergi BPBD, BNPB, dan Pemda

Senin, 19 Oktober 2026 | 10/19/2026 03:35:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-19T08:35:44Z
Anggota DPR RI Slamet Ariyadi melalui tenaga ahlinya, Sudahri, mendorong koordinasi antara BPBD Sumenep, BNPB, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kekeringan serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.


Sumenep, Liputan12.com – Keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian Anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Melalui tenaga ahlinya, Sudahri, ia mendorong penguatan koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah guna mempercepat penanganan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.


Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendorong langkah konkret dalam memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya ketersediaan air bersih untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga sehari-hari. Di tengah keterbatasan sumber air, dukungan lintas instansi dinilai penting agar penanganan dapat berjalan terarah dan bantuan menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.


Tenaga Ahli DPR RI, Sudahri, mengatakan bahwa kondisi kekeringan di wilayah Pasongsongan perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, koordinasi antara BPBD, BNPB, dan pemerintah daerah diperlukan untuk mempercepat upaya penanganan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak menjadi prioritas.





“Persoalan kekeringan di Sumenep, khususnya wilayah Pasongsongan, harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap BNPB turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan,” ujar Sudahri, Senin (19/10/2026).


Pemetaan Wilayah Terdampak Dinilai Penting


Sudahri menekankan bahwa pemetaan wilayah terdampak merupakan salah satu langkah penting dalam penanganan kekeringan. Pendataan yang jelas mengenai desa-desa yang mengalami keterbatasan air bersih diharapkan dapat membantu instansi terkait menentukan prioritas penyaluran bantuan.


Dengan pemetaan tersebut, distribusi air bersih diharapkan berlangsung lebih efektif, merata, dan tepat sasaran. Langkah ini juga diperlukan agar penanganan didasarkan pada kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.


Menurut Sudahri, persoalan kekeringan tidak cukup ditangani melalui respons sesaat. Diperlukan koordinasi yang berkelanjutan, disertai perencanaan yang terukur, agar pemenuhan kebutuhan air bersih warga tetap menjadi perhatian selama kondisi kekeringan berlangsung.


“Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, dan keperluan sehari-hari. Karena itu, diperlukan langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan dari seluruh pihak terkait,” tambahnya.


BPBD Sumenep Siap Bersinergi


Sementara itu, Sekretaris BPBD Sumenep, Catur, menyatakan kesiapannya untuk membangun sinergi dengan berbagai elemen dalam mempercepat penanganan kekeringan, khususnya di Kecamatan Pasongsongan.


“Kami siap bersinergi dengan berbagai elemen untuk mempercepat penanganan kekeringan, khususnya di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep,” ujar Catur.


Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam merespons persoalan keterbatasan air bersih. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi kebencanaan diharapkan dapat mendukung langkah penanganan yang lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.


Pemenuhan Air Bersih Menjadi Perhatian


Kekeringan yang berdampak pada akses air bersih membuat percepatan penanganan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Ketersediaan air untuk minum, memasak, dan aktivitas rumah tangga merupakan kebutuhan dasar yang perlu diperhatikan dalam setiap upaya penanggulangan dampak kekeringan.


Dorongan koordinasi yang disampaikan melalui tenaga ahli Slamet Ariyadi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarlembaga, mulai dari pemetaan wilayah terdampak hingga upaya penyaluran bantuan air bersih.


Sinergi BPBD Sumenep, BNPB, dan pemerintah daerah menjadi salah satu aspek yang diharapkan dapat mendukung penanganan kekeringan di Pasongsongan. Dengan koordinasi yang baik dan langkah yang terukur, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih diharapkan dapat ditangani secara lebih tepat selama kondisi kekeringan berlangsung.




Reporter: Saladin

LIPUTAN12.COM

×
Berita Terbaru Update