SAMPANG — Komite Peduli Pembangunan Transparansi Nasional (KP2TRAN) melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menyampaikan pernyataan sikap terkait maraknya dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Organisasi tersebut mendesak Kapolres Sampang yang baru agar turun langsung ke pelosok desa untuk melakukan langkah nyata dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar permasalahan.
Pernyataan sikap tersebut tertuang dalam surat bernomor 10/PS/DPP-KP2TRAN/X/2026 dengan perihal Pernyataan Sikap Darurat Narkoba Sampang, tertanggal 28 Oktober 2026. Dalam pernyataan itu, DPP KP2TRAN menilai persoalan peredaran narkoba perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat.
DPP KP2TRAN menyebut, berdasarkan hasil monitoring dan investigasi internal organisasi, dugaan peredaran narkoba tidak hanya menjadi persoalan di wilayah perkotaan, tetapi juga disebut telah menjangkau sejumlah wilayah pedesaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam keamanan lingkungan serta masa depan generasi muda apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Dalam pernyataan sikapnya, KP2TRAN juga menyoroti dugaan adanya pihak-pihak yang memberikan perlindungan terhadap jaringan peredaran narkoba. Organisasi itu meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kapolres Baru Diminta Turun Langsung ke Lapangan
DPP KP2TRAN menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penindakan di wilayah perkotaan. Menurut organisasi tersebut, pengawasan dan penegakan hukum juga perlu menjangkau pelosok desa yang diduga menjadi titik peredaran narkotika.
KP2TRAN menyampaikan empat tuntutan utama, yakni mendesak Kapolres Sampang turun langsung ke lapangan, melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba tanpa pandang bulu, mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat apabila ditemukan bukti, serta memperkuat upaya perlindungan terhadap generasi muda.
Organisasi tersebut secara khusus menyoroti kekhawatiran terhadap kemungkinan anak-anak usia sekolah menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena itu, KP2TRAN mendorong penguatan pengawasan lingkungan, edukasi bahaya narkotika, serta kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Sauri: Jangan Biarkan Mata Rantai Peredaran Narkoba Terus Berjalan
Deputi Kajian Pengawasan dan Investigasi DPP KP2TRAN, Sauri, menegaskan bahwa persoalan narkoba di Sampang harus menjadi perhatian bersama. Ia meminta aparat penegak hukum melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret untuk memastikan penanganan dugaan peredaran narkotika berjalan efektif.
Menurut sikap yang disampaikan organisasi tersebut, dugaan adanya pihak yang melindungi jaringan peredaran narkoba harus ditelusuri secara serius. Apabila ditemukan bukti keterlibatan oknum aparat, KP2TRAN meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
KP2TRAN juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam penanganan kasus narkoba agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai upaya pemberantasan yang dilakukan aparat penegak hukum.
Selamatkan Generasi Muda, Perkuat Pengawasan Desa
Lebih lanjut, DPP KP2TRAN mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukan semata-mata persoalan penangkapan pelaku, melainkan juga upaya melindungi masyarakat dari dampak sosial yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Organisasi tersebut mendorong adanya langkah pencegahan yang berkesinambungan melalui sosialisasi di sekolah, pengawasan lingkungan, peningkatan keberanian masyarakat untuk melapor, serta penanganan laporan secara profesional dan akuntabel.
DPP KP2TRAN berharap Kapolres Sampang yang baru dapat menjadikan pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas kerja dengan mengedepankan penegakan hukum yang adil, tidak tebang pilih, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Pernyataan sikap ini menjadi bentuk desakan sekaligus dorongan kepada pihak terkait agar dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Sampang ditangani secara serius. KP2TRAN menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen untuk memutus mata rantai peredaran narkotika dan menjaga masa depan generasi muda.
Sampang, 28 Oktober 2026
DPP KP2TRAN
Komite Peduli Pembangunan Transparansi Nasional
SAURI
Deputi Kajian Pengawasan dan Investigasi
