- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

109 Siswa SMAN 2 Patra Nusa Dibekali Pendidikan Pemilih Pemula, KIP Aceh Tamiang Dorong Generasi Muda Melek Demokrasi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 10/13/2026 04:51:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-13T09:51:38Z


Aceh Tamiang, Liputan12.com — Demokrasi tidak hanya berbicara tentang bilik suara, surat suara, dan siapa yang akhirnya terpilih menjadi pemimpin. 


Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan warga negara yang memahami hak, menyadari tanggung jawab, serta berani menentukan pilihan berdasarkan pengetahuan, bukan sekadar ikut-ikutan.


Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi Pemilih Pemula Tahun 2026 yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang di SMA Negeri 2 Patra Nusa, Selasa (13/10/2026).


Sebanyak 109 siswa kelas XII mengikuti sosialisasi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.20 WIB tersebut.


Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan demokrasi kepada para pelajar yang kelak akan menggunakan hak pilihnya ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.


Di lingkungan sekolah menengah atas negeri berkonsep boarding school (berasrama) berada di Jalan Medan–Banda Aceh, Kampung Bukit Panjang II, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang tersebut, para siswa tidak sekadar menjadi peserta kegiatan. Mereka merupakan bagian dari generasi muda yang perlu dipersiapkan agar memahami arti penting partisipasi dalam kehidupan demokrasi.


Mencegah Sikap Apatis Sejak Bangku Sekolah


Kepala SMAN 2 Patra Nusa, Ernawati, S.Pd, melalui Wakil Kepala Sekolah Muhammad Nur, S.Pd, Gr, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut menyasar siswa kelas XII sebagai kelompok pelajar yang perlu mulai memahami pentingnya politik dan pemilihan umum.


Menurut Muhammad Nur, pendidikan pemilih menjadi penting agar para siswa tidak tumbuh dengan sikap acuh tak acuh terhadap proses demokrasi di Indonesia.


“Sasaran dari pihak KIP Aceh Tamiang adalah murid-murid kelas XII,” ujarnya saat ditemui Liputan12.com di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026).


Ia menjelaskan, masa kelas XII merupakan kesempatan yang tepat untuk memberikan pemahaman awal kepada siswa mengenai politik, demokrasi, serta peran mereka sebagai warga negara.


Bagi para pelajar tersebut, Pemilihan Umum (Pemilu) mungkin masih terasa sebagai urusan orang dewasa. Namun, ketika usia dan persyaratan memilih telah terpenuhi, mereka akan memiliki kesempatan yang sama untuk menentukan arah kepemimpinan melalui suara yang diberikan. Karena itu, pemahaman tentang pemilu perlu dibangun sejak dini. 


Para siswa diharapkan tidak hanya mengetahui bahwa mereka memiliki hak pilih, tetapi juga memahami mengapa hak tersebut penting untuk digunakan secara bertanggung jawab.


Satu Suara, Bagian dari Masa Depan Bangsa


Muhammad Nur menilai, keterlibatan pemilih pemula merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. 


Kehadiran generasi muda dalam Pemilu dapat menjadi salah satu unsur yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin.


Ia berharap, sosialisasi yang diberikan KIP Aceh Tamiang mampu membuka wawasan siswa agar lebih peduli terhadap kehidupan politik dan tidak bersikap apatis ketika nantinya memiliki hak untuk memilih.


“Pemilih pemula itu, mereka akan hadir untuk memberikan suara ke depannya di usia yang sudah menjadi syarat mereka untuk memilih,” jelasnya.


Menurut dia, partisipasi tersebut bukan sekadar memenuhi hak sebagai warga negara. Lebih jauh, keterlibatan pemilih juga menjadi bagian dari proses demokrasi yang memungkinkan lahirnya pemimpin melalui mekanisme pemilihan.


Pemahaman seperti ini penting ditanamkan kepada generasi muda. Sebab, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara Pemilu atau peserta yang berkontestasi, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.


Pendidikan Politik Bukan Sekadar Mengenal Pemilu


Bagi pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal demokrasi secara lebih dekat. 


Pendidikan politik tidak seharusnya berhenti pada pengetahuan tentang jadwal Pemilu atau tata cara mencoblos, tetapi juga perlu membangun kesadaran bahwa setiap pilihan memiliki arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda juga perlu dibiasakan untuk bersikap kritis, mencari informasi yang dapat dipercaya, serta mempertimbangkan pilihan secara matang. 


Dengan demikian, partisipasi politik tidak sekadar hadir di tempat pemungutan suara, melainkan didasari pemahaman dan tanggung jawab.


Muhammad Nur berharap, melalui kegiatan tersebut, siswa SMAN 2 Patra Nusa dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap demokrasi Indonesia.


“Yang jelas, dengan sosialisasi ini, pihak sekolah berharap anak-anak murid tidak apatis sebagai pemilih pemula, karena begitu pentingnya demokrasi yang ada di Indonesia ini,” ujarnya.


Harapan itu menjadi pesan penting dari kegiatan yang diikuti 109 siswa tersebut. Sebab, masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih hari ini, tetapi juga oleh bagaimana generasi berikutnya memahami dan menjalankan hak politiknya.


Dari ruang belajar SMAN 2 Patra Nusa, kesadaran demokrasi diharapkan mulai tumbuh menjadi pemilih, bukan sekadar memiliki hak untuk mencoblos, melainkan juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan bangsa.


Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala SMAN 2 Patranusa Ernawati, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Muhammad Nur, S.Pd, Gr, serta sejumlah komisioner KIP Aceh Tamiang.**



Reporter : Sutrisno, Kaperwil Aceh, Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update