- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wujud Syukur Hasil Panen Melimpah, Kades Sukorejo Suminto Rutin Bagikan Beras kepada Warga

Minggu, 13 September 2026 | 9/13/2026 05:12:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-13T10:14:02Z


Lamongan, Liputan12.com — Rasa syukur atas hasil panen yang melimpah diwujudkan dengan cara yang sederhana namun memiliki makna bagi masyarakat. Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Suminto, kembali menyalurkan beras hasil pengelolaan tanah bengkok desa kepada seluruh warga.


Tradisi berbagi tersebut telah dilakukan secara rutin sejak tahun 2020. Setiap kali hasil panen dari tanah bengkok desa diperoleh, sebagian hasilnya disisihkan untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk beras.


Bagi Suminto, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi bentuk rasa syukur sekaligus upaya agar masyarakat dapat ikut merasakan manfaat dari aset desa yang dikelola.




Kepala Desa Sukorejo Suminto mengatakan, pembagian beras tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala desa. Menurutnya, hasil pengelolaan tanah bengkok yang menjadi bagian dari pengelolaan desa sebisa mungkin dapat memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


"Pembagian beras ini adalah kewajiban kami. Hasil panen bengkok yang dikelola sebagian kami kembalikan ke masyarakat agar warga bisa ikut merasakan hasilnya," ujar Suminto, Minggu (13/9/2026).


400 Kantong Beras Dibagikan Merata


Pada pembagian tahun ini, sebanyak 400 kantong beras telah disiapkan. Masing-masing kantong berisi 5 kilogram, sehingga total beras yang disalurkan kepada masyarakat mencapai sekitar 2 ton atau 2.000 kilogram.


Penyaluran dilakukan dengan prinsip pemerataan. Dari data yang ada, Desa Sukorejo tercatat memiliki sekitar 398 rumah. Dengan jumlah 400 kantong beras yang disiapkan, bantuan tersebut diupayakan dapat menjangkau seluruh rumah yang tercatat di desa.


Suminto menegaskan bahwa pembagian beras tersebut tidak didasarkan pada kondisi ekonomi maupun status sosial warga. Setiap rumah mendapatkan bagian yang sama sebagai bentuk kebersamaan dan pemerataan manfaat hasil pengelolaan aset desa.


"Semua rumah di Desa Sukorejo yang tercatat pasti dapat bagian 5 kilogram, tidak ada perbedaan antara kaya atau miskin," tegasnya.


Menurutnya, konsep tersebut sengaja dipertahankan agar tradisi berbagi tidak hanya dipandang sebagai pemberian bantuan kepada warga kurang mampu, melainkan sebagai bentuk kebersamaan seluruh masyarakat dalam menikmati hasil yang berasal dari pengelolaan tanah bengkok desa.


Hasil Tambak Juga Dibagikan kepada Warga


Tidak hanya hasil pertanian berupa beras, Suminto juga memiliki komitmen untuk membagikan hasil perikanan yang diperoleh dari pengelolaan tambak.


Ketika memasuki musim panen ikan, hasil tersebut juga dibagikan kepada warga secara gratis. Setiap rumah mendapatkan bagian sekitar 2 hingga 3 kilogram ikan segar, dengan jenis ikan yang dibagikan antara lain nila, bandeng, dan tombro.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat pengelolaan potensi desa secara langsung kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh tidak seluruhnya dinikmati untuk kepentingan pengelolaan, tetapi sebagian dikembalikan kepada warga.


Suminto berharap kebiasaan berbagi tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi tradisi positif di Desa Sukorejo. Ia juga berharap hasil pertanian dan perikanan desa ke depan semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.


"Insyaallah, ini akan terus kami lanjutkan setiap tahunnya sebagai kewajiban saya sebagai kepala desa maupun secara pribadi," pungkasnya.


Tradisi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa rasa syukur atas hasil bumi dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan. Bagi warga Desa Sukorejo, pembagian beras dan hasil tambak bukan hanya soal jumlah yang diterima, tetapi juga tentang bagaimana hasil dari potensi desa dapat dirasakan bersama.



(Ther)

×
Berita Terbaru Update