- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, LPI Miftahul Ulum Al-Arifin Gelar Wisuda Juz 30

Rabu, 02 September 2026 | 9/02/2026 11:33:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T16:37:04Z

 

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Yayasan Pondok Pesantren Al-Arifin, Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah yang digelar pada Selasa malam, 02 September 2026 pukul 19.00 WIB, dirangkai dengan Wisuda Tahfidz Juz 30 LPI Miftahul Ulum Al-Arifin. Acara yang dihadiri ratusan wali murid dan masyarakat ini diisi penampilan Hadrah Al-Banjari santri, sambutan K. Achmad Farid selaku Kepala MD sekaligus koordinator, mauidhoh hasanah oleh KH. Sufyan Asy'ari selaku pengasuh PP Al-Arifin, dan ditutup tausiyah agama oleh KH. Fawaidurrohman dari Bunangkah, Pamekasan.

Sampang, Liputan12.com — Suasana religius dan penuh kebahagiaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum, TKA, MD Ula dan MD Wustho, yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Arifin, Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (2/9/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan wali murid, santri, tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an, khususnya Juz 30.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan Wisuda Juz 30 bagi para santri LPI Miftahul Ulum. Momen tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan atas proses belajar dan perjuangan para santri dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.


Sejak kegiatan dimulai, suasana di lokasi acara tampak dipenuhi nuansa Islami. Para wali murid dan masyarakat berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kebersamaan antara pihak pesantren, lembaga pendidikan, santri dan masyarakat terlihat begitu kuat dalam kegiatan tersebut.


Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penampilan Hadrah Al-Banjari yang dibawakan oleh para santri Pondok Pesantren Al-Arifin. Lantunan shalawat yang diiringi tabuhan rebana menciptakan suasana yang semakin semarak sekaligus menambah kekhidmatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Bagi para santri, penampilan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi para tamu undangan dan masyarakat yang hadir, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan serta kreativitas yang diperoleh selama berada di lingkungan pendidikan dan pesantren.


Sementara itu, prosesi Wisuda Juz 30 menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan oleh para wali murid. Kebanggaan terlihat dari wajah orang tua ketika menyaksikan anak-anak mereka memperoleh apresiasi atas capaian dalam menghafal Juz 30.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak serta kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW sejak usia dini.


Poster Sebelum Acara 


K. Achmad Farid: Maulid Menjadi Momentum Pendidikan Keagamaan


Kepala MD Miftahul Ulum sekaligus Koordinator acara, K. Achmad Farid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Juz 30 merupakan bagian dari upaya lembaga pendidikan dalam memberikan ruang pembelajaran keagamaan kepada para santri.


Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting karena mempertemukan unsur pendidikan, pesantren, wali murid dan masyarakat dalam satu kegiatan yang sarat dengan nilai keagamaan.


Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para santri agar semakin bersemangat dalam menuntut ilmu, membaca dan menghafal Al-Qur’an serta menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.


Ia juga mengapresiasi kehadiran para wali murid dan masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dukungan tersebut dinilai sangat penting dalam proses pendidikan anak, khususnya dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan agama.


Pengasuh PP Al-Arifin Berikan Pesan kepada Santri dan Wali Murid


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Arifin, KH. Sufyan Asy’ari, ketika diwawancarai juga menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.


Terlebih, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Wisuda Juz 30 yang menjadi salah satu bentuk keberhasilan proses pendidikan para santri.


Ia berharap para santri yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 dapat terus menjaga hafalannya serta meningkatkan kemampuan dalam mempelajari Al-Qur’an. Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat tercermin melalui sikap dan akhlak para santri dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, melainkan membutuhkan sinergi antara pesantren, guru, orang tua dan masyarakat.


Diisi Tausiyah KH. Fawaidurrohman


Setelah seluruh rangkaian acara utama berlangsung, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama tunggal yang disampaikan KH. Fawaidurrohman dari Bunangkah, Penganten, Pamekasan.


Dalam ceramahnya, KH. Fawaidurrohman menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para santri, wali murid dan masyarakat yang hadir. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perilaku beliau.


Pesan-pesan tersebut juga relevan dengan pelaksanaan Wisuda Juz 30 yang menjadi bagian penting dari kegiatan malam itu. Para santri diharapkan tidak berhenti pada pencapaian hafalan, tetapi terus belajar dan berusaha memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.


Pendidikan agama sejak dini dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus akhlak. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.


Antusiasme ratusan wali murid dan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dengan lingkungan sekitarnya.


Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus Wisuda Juz 30 di LPI Miftahul Ulum tersebut akhirnya ditutup dengan doa.


Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kenangan bagi para santri yang diwisuda, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan semangat belajar, menghafal Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama dan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW.



Penulis : Saladin 

Editor   : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update