Sampang, Liputan12.com — Semangat kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Kabupaten Sampang. Kali ini, kepedulian datang dari Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) MADAS Kecamatan Omben, Moh. Rizqi, yang bergerak cepat menggalang dana untuk membantu warga Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, yang menjadi korban musibah kebakaran.
Musibah tersebut menimpa Ibu Habije bersama keluarganya. Kobaran api menghanguskan rumah beserta berbagai barang milik keluarga hingga menyisakan puing-puing bangunan. Kehilangan tempat tinggal dan harta benda tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang tengah menghadapi musibah tersebut.
Di tengah kondisi itu, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kekuatan untuk membantu korban bangkit. Tidak ingin tinggal diam, Moh. Rizqi bersama jajaran DPAC MADAS Kecamatan Omben menginisiasi penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Dana yang berhasil dihimpun kemudian diserahkan kepada Ketua DPC MADAS Kabupaten Sampang, Umar Faruk, untuk selanjutnya diberikan kepada Ibu Habije dan keluarganya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan pascakebakaran dan menjalani hari-hari setelah kehilangan tempat tinggal.
Moh. Rizqi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota DPAC MADAS Kecamatan Omben yang telah ikut bergerak dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang sedang tertimpa musibah.
«“Semoga kita semua senantiasa tetap kompak, tak pernah bosan bersosial, dan terus membantu masyarakat yang sangat memerlukan bantuan serta uluran tangan kita semua. MADAS DPAC Omben, semoga senantiasa bermanfaat,” ungkap Moh. Rizqi.»
Menurutnya, kegiatan sosial bukan sekadar memberikan bantuan secara materi, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditularkan kepada seluruh anggota MADAS, sehingga organisasi tidak hanya hadir dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua DPC MADAS Kabupaten Sampang, Umar Faruk, menyampaikan apresiasi kepada Moh. Rizqi beserta seluruh jajaran DPAC MADAS Kecamatan Omben yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga korban kebakaran.
Umar Faruk juga memberikan penghargaan kepada seluruh Ketua DPAC MADAS beserta jajaran se-Kabupaten Sampang yang selama ini terus menjaga semangat sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, aksi tersebut menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan dan gotong royong masih sangat kuat. Ketika ada masyarakat yang tertimpa musibah, kepedulian dari berbagai pihak dapat menjadi sumber kekuatan bagi korban untuk kembali menata kehidupan.
“Semoga apa yang dilakukan DPAC MADAS Kecamatan Omben ini menjadi amal kebaikan dan menginspirasi seluruh jajaran untuk terus hadir membantu masyarakat,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Bagi Ibu Habije dan keluarganya, bantuan yang diterima bukan sekadar nominal. Di balik bantuan tersebut terdapat perhatian, kepedulian, serta pesan bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.
Dengan penuh haru, Ibu Habije menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran MADAS yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarganya.
Ia juga mendoakan agar MADAS Kabupaten Sampang semakin maju, semakin kokoh dalam menjaga persaudaraan, serta terus memiliki kepedulian terhadap masyarakat tanpa mengharapkan imbalan.
“Semoga seluruh pengurus dan anggota MADAS selalu diberikan kesehatan, kekuatan, umur panjang, serta kelancaran dalam setiap langkahnya untuk terus membantu masyarakat,” harapnya.
Aksi solidaritas tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana berupa menggalang dana dan mengulurkan tangan kepada warga yang sedang mengalami kesulitan dapat memberikan arti yang sangat besar bagi mereka yang membutuhkan.
Di tengah musibah yang menyisakan kehilangan, hadirnya solidaritas menjadi penguat. Semangat gotong royong dan persaudaraan menjadi bukti bahwa kepedulian antarsesama masih hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Laporan: Agus Mandie




