Lamongan, Liputan12.com — Dalam rangka menanamkan nilai-nilai nasionalisme sekaligus membentuk karakter disiplin peserta didik, SDN Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, kembali menggelar upacara bendera di halaman sekolah, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan. Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Selain menjadi agenda rutin setiap Senin, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa di lingkungan sekolah.
Kepala SDN Babatkumpul, Kusniatur Rahma, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan upacara bendera secara rutin memiliki nilai penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air sejak usia sekolah.
Menurutnya, melalui upacara bendera, siswa tidak hanya diajarkan untuk menghormati Sang Merah Putih, tetapi juga diajak mengenang jasa serta perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.
"Upacara bendera setiap hari Senin merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan nasionalisme, memupuk rasa cinta Tanah Air, menghormati bendera Merah Putih, serta mengenang jasa para pahlawan," terang Kusniatur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upacara bendera juga menjadi media untuk melatih kedisiplinan siswa. Para peserta didik dibiasakan hadir tepat waktu, menggunakan seragam dengan rapi, mengikuti setiap rangkaian kegiatan sesuai ketentuan, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Tidak hanya bagi peserta, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa yang bertugas sebagai petugas upacara untuk belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di hadapan warga sekolah.
"Upacara juga melatih kedisiplinan dan membiasakan seluruh warga sekolah untuk tertib waktu, rapi, serta mengikuti aturan. Selain itu, kegiatan ini dapat membentuk jiwa kepemimpinan, melatih tanggung jawab dan kerja sama, baik bagi petugas maupun peserta upacara," jelasnya.
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Kusniatur juga memberikan penekanan mengenai pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa disiplin merupakan salah satu landasan penting untuk mencapai keberhasilan, baik dalam bidang akademik maupun dalam kehidupan di tengah masyarakat.
Menurutnya, disiplin tidak sebatas mematuhi peraturan sekolah, seperti datang tepat waktu, mengenakan seragam lengkap dan mengikuti tata tertib. Lebih dari itu, disiplin merupakan bentuk tanggung jawab seseorang terhadap dirinya sendiri.
"Disiplin bukanlah bentuk kekangan, melainkan latihan untuk mengendalikan diri dan menghargai waktu. Tanpa disiplin, potensi besar yang kalian miliki tidak akan terealisasi secara maksimal," ujar Kusniatur.
Ia berharap pesan tersebut dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh siswa, tidak hanya ketika berada di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan disiplin yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi karakter positif yang terus terbawa hingga siswa tumbuh dewasa.
Upacara bendera kemudian diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan pembubaran barisan secara tertib.
Pihak sekolah berharap kegiatan rutin tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial setiap awal pekan, tetapi benar-benar mampu menjadi sarana pembentukan karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan.
Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan upacara dapat diterapkan secara konsisten dalam proses belajar mengajar maupun dalam kehidupan sosial para siswa di lingkungan keluarga dan masyarakat. (ther)
