- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sejumlah 26 Rumah di Kampung Rengkas Desa Golo Lambo Roboh Akibat Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 | 9/14/2026 01:41:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T06:41:51Z
Sebulan pasca gempa M7,7 mengguncang Flores, pilu masih menyelimuti 30 KK di Kampung Rengkas, Desa Golo Lambo. Sebanyak 26 rumah mereka rata dengan tanah, dan harapan satu-satunya kini hanyalah agar nama kampung mereka masuk dalam daftar bantuan resmi pemerintah.


Manggarai, Liputan12.com — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu masih menyisakan duka dan kekhawatiran bagi masyarakat yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Hingga kini, sebagian penyintas masih bertahan di tempat pengungsian maupun tenda darurat karena kondisi rumah yang mengalami kerusakan dan rasa trauma akibat gempa susulan.


Salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian adalah Kampung Rengkas, Desa Golo Lambo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kampung yang dihuni sekitar 30 kepala keluarga (KK) tersebut dilaporkan mengalami dampak cukup serius akibat guncangan gempa.


Salah satu warga yang menyaksikan langsung kondisi di Kampung Rengkas, Tobias Umar, saat dikonfirmasi media ini pada Senin (14/9/2026), menyampaikan bahwa sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga roboh.


Menurut Tobias, terdapat sekitar 26 rumah warga yang dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda, seperti retak pada bagian dinding dan struktur bangunan.


Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat belum berani kembali menempati rumah mereka. Selain karena kondisi bangunan yang dinilai tidak memungkinkan untuk dihuni, warga juga masih dihantui rasa trauma akibat gempa yang terjadi dan getaran susulan yang masih dirasakan di wilayah tersebut.


“Warga masih merasa trauma dan belum berani menempati kembali rumah yang mengalami kerusakan,” ujar Tobias.


Ia mengatakan, masyarakat Kampung Rengkas saat ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah dan dinas terkait, terutama dalam hal pendataan serta verifikasi kondisi rumah warga yang terdampak gempa.


Pendataan dinilai penting agar rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat maupun roboh total dapat segera tercatat dalam data resmi warga terdampak bencana, sehingga bantuan penanganan pascabencana dapat diberikan secara tepat sasaran.


Tobias berharap rumah warga yang roboh total segera mendapatkan perhatian dan masuk dalam pendataan resmi sebagai bagian dari penanganan dampak bencana. Menurutnya, kondisi tersebut sangat mendesak karena warga tidak mungkin terus-menerus bergantung pada tenda darurat.


Selain pendataan rumah rusak, warga juga berharap pemerintah dapat menyediakan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya sudah tidak layak ditempati.


Hunian sementara dianggap penting untuk memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan layak selama proses penanganan serta pembangunan kembali rumah warga terdampak masih berlangsung.


“Harapannya, rumah warga yang roboh total segera didata dan masuk dalam data terdampak bencana. Warga juga membutuhkan hunian sementara agar tidak terus berada di tenda darurat,” ungkap Tobias.


Tidak hanya tempat tinggal, masyarakat Kampung Rengkas juga berharap adanya bantuan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan selama masa pemulihan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan pada rumah mereka.


Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera turun langsung melihat kondisi Kampung Rengkas, melakukan pendataan secara menyeluruh, serta memastikan kebutuhan para penyintas menjadi bagian dari prioritas penanganan pascabencana.


Kondisi di Kampung Rengkas sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan pada saat bencana terjadi. Setelah gempa berlalu, para penyintas masih harus menghadapi kerusakan rumah, keterbatasan tempat tinggal, kebutuhan dasar, serta trauma yang membutuhkan proses pemulihan.


Karena itu, perhatian dan penanganan berkelanjutan dari pemerintah maupun pihak terkait sangat diharapkan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan kembali menjalani kehidupan secara layak.



Yohanes Sinding

Wartawan NTT

Domisili Manggarai

×
Berita Terbaru Update