- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dobrak Isu Tsunami, DPR RI Iman Adinugraha Hadirkan Investor RS Swasta Murni di Palabuhanratu

Minggu, 20 September 2026 | 9/20/2026 03:04:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T08:04:03Z
Dobrak kekhawatiran investor akan isu tsunami, Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Demokrat H. Iman Adinugraha berhasil hadirkan investasi murni swasta untuk pembangunan Rumah Sakit Bumi Jayanti berkapasitas 101 kamar di Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang ditandai dengan groundbreaking pada Minggu (20/9/2026).


Sukabumi, Liputan12.com  Kabar menggembirakan datang dari wilayah Sukabumi Selatan. Harapan masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai mulai menemukan titik terang setelah pembangunan Rumah Sakit (RS) Bumi Jayanti di kawasan Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, resmi dimulai.


Pembangunan rumah sakit tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Demokrat, H. Iman Adinugraha, SE., Akt, Owner RS Bumi Jayanti Ir. Hj. Damely Guril Darmi, M.Sc, Direktur Utama RS Raihan, dr. Risa Rilanda dari PT Putra Bumi Bahana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Dr. H. Maskur Alawy, A.Kep., MKM, unsur Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Kehadiran RS Bumi Jayanti dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan fasilitas kesehatan di kawasan Sukabumi Selatan. Selama ini, kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dalam kondisi tertentu masih harus mendapatkan rujukan ke wilayah Sukabumi Kota maupun daerah lainnya.




Investasi Murni Swasta, Tanpa APBN dan Pinjaman Bank


Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembangunan RS Bumi Jayanti adalah sumber pembiayaannya. Rumah sakit tersebut dibangun melalui investasi swasta dengan dana pribadi investor, tanpa menggunakan APBN maupun pinjaman perbankan.


Anggota DPR RI Iman Adinugraha mengungkapkan bahwa proses mendatangkan investor ke Palabuhanratu bukan perkara singkat. Ia mengaku telah melakukan komunikasi dan pendekatan selama bertahun-tahun kepada pihak investor agar bersedia menanamkan modal di sektor kesehatan.


“Pak Kadis ini merayu Ibu Guril tidak gampang. Saya dengan berbagai jurus, saya datang, saya WA, dan bertahun-tahun berdiskusi. Hari ini saya sangat bangga dan terharu karena Palabuhanratu akan hadir RS swasta yang tidak dibiayai negara,” ungkap Iman Adinugraha di lokasi.

 

Menurut Iman, salah satu tantangan yang selama ini muncul dalam upaya menarik investasi ke Palabuhanratu adalah adanya kekhawatiran sebagian investor terhadap isu potensi tsunami.


Namun, dimulainya pembangunan RS Bumi Jayanti menunjukkan bahwa kawasan tersebut tetap memiliki daya tarik bagi investasi, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.


101 Kamar, Disiapkan ICU hingga Ruang VVIP


RS Bumi Jayanti direncanakan memiliki kapasitas 101 kamar dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.


Fasilitas yang disiapkan antara lain ruang ICU, NICU, ruang isolasi, pelayanan peserta BPJS Kesehatan hingga ruang VVIP.


Dengan fasilitas tersebut, rumah sakit ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan baru, tetapi juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.


Kehadirannya diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membutuhkan pelayanan kesehatan tertentu maupun rujukan lanjutan.




Bukan Semata-Mata Bisnis, tetapi Juga Edukasi Masyarakat


Owner RS Bumi Jayanti, Hj. Damely Guril Darmi, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan bisnis.


Menurut perempuan yang akrab disapa Bu Guril itu, keberadaan rumah sakit harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk melalui kegiatan edukasi dan pencegahan penyakit.


“Kesuksesan itu ukurannya tidak selamanya uang. Rumah sakit ini bukan hanya melayani orang sakit, tetapi juga harus punya program edukasi, penyuluhan, dan pelatihan kepada masyarakat,” tegas Bu Guril.

 

Program tersebut nantinya diarahkan pada berbagai aspek kesehatan masyarakat, termasuk edukasi kesehatan ibu dan anak, upaya menekan angka kematian ibu melahirkan, pencegahan penyakit, serta mendukung upaya penurunan angka stunting.


Dengan demikian, rumah sakit diharapkan tidak hanya berperan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga ikut membangun kesadaran masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.


Ditargetkan Segera Melayani Pasien BPJS


Dalam kesempatan tersebut, Bu Guril juga menyampaikan komitmennya agar RS Bumi Jayanti dapat segera melayani masyarakat peserta BPJS Kesehatan.


Ia menargetkan proses tersebut dapat dilakukan secepat mungkin sehingga keberadaan rumah sakit nantinya dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan.


“Kalau ditanya kapan, saya mau secepatnya ada BPJS-nya,” tandasnya.

 

Komitmen tersebut menjadi salah satu hal yang dinantikan masyarakat, mengingat kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Kompetisi Pelayanan Diharapkan Menguntungkan Masyarakat


Sementara itu, Iman Adinugraha menilai hadirnya rumah sakit swasta di Palabuhanratu dapat menciptakan kompetisi pelayanan yang sehat dengan fasilitas kesehatan yang sudah ada.


Menurutnya, persaingan tersebut pada akhirnya diharapkan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


“Memang ada RSUD Palabuhanratu. Tadi Pak Kadis juga mengakui karena tidak ada kompetitor, mungkin RSUD belum bisa maksimal. Tapi kalau nanti sudah ada saingan, saya yakin yang diuntungkan masyarakat Palabuhanratu karena pelayanannya pasti meningkat,” pungkas Iman.

 

Dimulainya pembangunan RS Bumi Jayanti sekaligus menjadi langkah baru bagi pengembangan sektor kesehatan di Sukabumi Selatan. Kehadiran investasi swasta tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan, membuka ruang edukasi kesehatan masyarakat, serta menghadirkan pilihan fasilitas kesehatan yang lebih dekat bagi warga Palabuhanratu dan sekitarnya.



Reporter: Ajid Alvaro

×
Berita Terbaru Update