- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menjemput Amanah di Tengah Malam: Panglima DPAC MADAS Banyuates Sukadiri Bersama Moh. Ilham Kawal Jenazah Cirebon–Sampang Selama 24 Jam

Sabtu, 19 September 2026 | 9/19/2026 12:10:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T17:10:35Z
Di saat sebagian orang terlelap, Panglima DPAC MADAS Banyuates, Sukadiri bersama Moh. Ilham justru menempuh perjalanan 24 jam menembus gelapnya malam. Mereka menjemput amanah kemanusiaan, mengawal jenazah dari Cirebon menuju rumah duka di Desa Palanggeren Timur, Banyuates, Sampang.


Sampang, Liputan12.com — Ada kalanya sebuah perjalanan bukan sekadar tentang jarak dan waktu, melainkan tentang amanah, kepedulian, dan keikhlasan untuk membantu sesama, (18 September 2026).


Hal itulah yang tergambar dalam perjalanan panjang Panglima Sukadiri dari DPAC MADAS Banyuates, bersama anggotanya, Moh. Ilham, saat mengawal pemulangan jenazah keluarga dari Cirebon menuju rumah duka di Desa Palanggeren Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.


Di saat sebagian orang telah beristirahat, keduanya justru bersiap menempuh perjalanan panjang. Dengan niat membantu keluarga yang sedang berduka, perjalanan tersebut dimulai pada Kamis malam, 17 September 2026, sekitar pukul 23.25 WIB.





Berangkat Saat Malam, Membawa Amanah Kemanusiaan


Keberangkatan di tengah malam bukanlah perkara ringan. Perjalanan jauh membutuhkan kesiapan, kesabaran, dan kondisi fisik yang prima. Namun, rasa kemanusiaan membuat rasa lelah seakan menjadi urusan kedua.


Panglima Sukadiri bersama Moh. Ilham berusaha menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Mereka mengawal perjalanan jenazah dari Cirebon hingga menuju Sampang, dengan tujuan memastikan jenazah dapat tiba di tengah keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan sebagaimana mestinya.


Bagi keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta, proses pemulangan jenazah tentu memiliki beban emosional tersendiri. Karena itu, kehadiran orang-orang yang bersedia membantu menjadi bentuk dukungan yang tidak ternilai.




24 Jam Menempuh Perjalanan, Hingga Akhirnya Tiba dengan Selamat


Perjalanan Cirebon–Sampang tersebut berlangsung kurang lebih 24 jam. Waktu yang panjang dan perjalanan yang melelahkan harus dilalui dengan penuh kesabaran.


Namun, rasa lelah terbayar ketika akhirnya rombongan bersama jenazah tiba di Desa Palanggeren Timur, Kecamatan Banyuates, pada Jumat, 18 September 2026.


Jenazah tiba dengan selamat dan selanjutnya diserahkan untuk disemayamkan di rumah duka.


Momen tersebut menjadi akhir dari perjalanan panjang yang dimulai sejak Kamis malam. Sebuah perjalanan yang dilakukan bukan untuk mencari pujian, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang berada dalam suasana kehilangan.


Ketika Persaudaraan Hadir di Tengah Duka


Kehadiran Panglima Sukadiri dan Moh. Ilham di tengah keluarga yang berduka menjadi gambaran bahwa semangat persaudaraan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.


Sebab, membantu sesama tidak selalu harus dengan sesuatu yang besar. Terkadang, waktu, tenaga, kendaraan, dan kesediaan menemani seseorang dalam perjalanan sulit justru menjadi bentuk pertolongan yang sangat berarti.


Nilai inilah yang terus tumbuh dalam semangat kebersamaan keluarga besar MADAS, yakni berusaha hadir ketika masyarakat atau saudara membutuhkan bantuan.


Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, sikap saling membantu dan gotong royong menjadi nilai yang patut terus dipelihara.


Pengabdian yang Tidak Mengenal Waktu


Perjalanan yang dimulai menjelang tengah malam hingga berakhir setelah kurang lebih satu hari penuh menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas waktu.


Ketika ada keluarga yang membutuhkan bantuan, Panglima Sukadiri bersama Moh. Ilham memilih untuk hadir dan menjalankan amanah tersebut hingga selesai.


Semangat seperti ini menjadi pengingat bahwa persaudaraan bukan hanya diucapkan dengan kata-kata, tetapi dibuktikan ketika seseorang bersedia hadir di saat saudaranya membutuhkan.


Dalam suasana duka tersebut, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT.


Semoga almarhum/almarhumah mendapatkan rahmat, ampunan, serta tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga setiap langkah, waktu, dan tenaga yang telah dicurahkan Panglima Sukadiri bersama Moh. Ilham dalam mengawal pemulangan jenazah menjadi amal kebaikan yang dicatat sebagai pahala oleh Allah SWT.


Karena pada akhirnya, manusia mungkin lupa dengan seberapa jauh perjalanan yang ditempuh, tetapi kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas insyaallah akan selalu memiliki nilai di hadapan Allah SWT.



Penulis/Editor: Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update