- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lebih dari Sebulan Pascagempa, 26 Rumah di Dusun Rangat Rusak Berat, Warga Masih Menanti Uluran Tangan

Minggu, 20 September 2026 | 9/20/2026 03:12:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T08:12:36Z

 

Sebulan Pasca Gempa Dusun Rangat Desa Welu Kecamatan Cibal Belum Tersentuh Bantuan

Manggarai, Liputan12.com — Lebih dari satu bulan berlalu sejak gempa bumi mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Namun bagi warga Dusun Rangat, Desa Welu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, masa pemulihan masih menjadi perjuangan panjang.


Sebanyak 26 rumah dari sekitar 30 rumah kepala keluarga (KK) di Dusun Rangat dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat gempa. Kondisi tersebut membuat warga harus bertahan dalam keterbatasan, sementara kebutuhan dasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari masih belum sepenuhnya terpenuhi.


Di tengah situasi tersebut, warga terdampak masih mengharapkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak. Kebutuhan air bersih, tempat berlindung yang memadai, pangan hingga perlengkapan sanitasi menjadi persoalan yang hingga kini masih dirasakan masyarakat.


Salah seorang tokoh masyarakat Desa Welu, Fransiskus Jehanu, saat dikonfirmasi Liputan12.com, Minggu (20/9/2026), mengatakan bahwa kondisi warga korban gempa di desanya masih membutuhkan perhatian serius.


Menurut Fransiskus, salah satu persoalan yang paling mendesak adalah akses air bersih. Jaringan pipa air yang menjadi salah satu sarana pemenuhan kebutuhan warga mengalami kerusakan setelah tertimbun material longsor.


“Pipa air bersih perlu diganti karena jalurnya patah akibat longsor,” ungkap Fransiskus.


Kerusakan tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas yang harus segera mendapatkan penanganan. Warga juga membutuhkan fasilitas penampungan air seperti toren atau profil tank, sehingga ketersediaan air dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih baik di lokasi terdampak.


Bertahan di Tenda dengan Fasilitas Terbatas


Sementara itu, warga yang masih berada di tenda posko utama maupun lokasi pengungsian juga menghadapi keterbatasan fasilitas.


Sejumlah perlengkapan dasar seperti terpal, springbed atau alas tidur, serta kebutuhan pendukung lainnya masih dibutuhkan untuk menunjang kehidupan warga selama berada di tempat pengungsian.


Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar bantuan tambahan, melainkan menjadi bagian penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung.


Pangan dan Sanitasi Masih Dibutuhkan


Kebutuhan pangan juga masih menjadi perhatian. Warga terdampak membutuhkan bantuan bahan makanan dasar, terutama beras dan mi instan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.


Selain pangan, kebutuhan sanitasi dan kebersihan juga belum dapat diabaikan. Sabun mandi, sabun cuci pakaian serta berbagai perlengkapan kebersihan lainnya masih dibutuhkan warga yang menjalani kehidupan di tengah kondisi pascabencana.


Fransiskus berharap pemerintah, organisasi kemanusiaan, lembaga sosial, dunia usaha maupun masyarakat luas dapat terus memberikan perhatian kepada warga terdampak gempa di Desa Welu, khususnya Dusun Rangat.


Ia menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat bukan hanya bantuan pangan, tetapi juga pemulihan sarana dasar yang rusak akibat bencana.


“Yang dibutuhkan warga saat ini antara lain pipa air bersih, tempat penampungan air, kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian dan kebutuhan sanitasi,” ujarnya.


Lebih dari sebulan setelah gempa, warga Dusun Rangat masih berusaha bangkit dari dampak bencana. Di balik rumah-rumah yang rusak, terdapat keluarga yang masih berjuang mempertahankan kehidupan dengan segala keterbatasan.


Warga berharap perhatian terhadap kondisi mereka terus berlanjut hingga kebutuhan dasar terpenuhi dan kehidupan masyarakat secara bertahap dapat kembali normal.



Kontributor: Yohanes Sinding

Wartawan NTT

×
Berita Terbaru Update