Lamongan, Liputan12.com — Program revitalisasi gedung sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan mempercantik tampilan fisik bangunan. Lebih dari itu, perbaikan sarana pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan layak bagi peserta didik.
Hal tersebut terlihat dalam program revitalisasi yang tengah berjalan di SDN Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Perbaikan sekolah tersebut diarahkan tidak hanya pada pembenahan tampilan, tetapi juga pada peningkatan kualitas serta keamanan fasilitas belajar siswa.
Kepala SDN Blumbang, Yuto Mulyo, S.Ag., mengatakan revitalisasi menjadi momentum penting untuk membenahi sejumlah bagian bangunan yang sebelumnya membutuhkan perhatian. Menurutnya, keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses tersebut.
“Kami ingin memastikan anak-anak belajar tanpa rasa cemas. Keindahan visual itu bonus, tetapi keselamatan dan kekokohan bangunan adalah hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Yuto saat meninjau lokasi, Selasa (29/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan diarahkan pada pembenahan atap, perbaikan bagian bangunan yang rentan, serta penataan fasilitas penunjang ruang kelas. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman sekaligus mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Prioritaskan Keselamatan Peserta Didik
Menurut Yuto, kondisi fisik bangunan sekolah memiliki hubungan erat dengan kenyamanan proses pembelajaran. Karena itu, revitalisasi diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada siswa, guru, maupun tenaga kependidikan selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Selain penguatan fasilitas fisik, penataan ruang kelas juga diupayakan lebih efektif. Sirkulasi udara dan pencahayaan alami menjadi bagian yang turut diperhatikan sehingga ruang belajar dapat menjadi lebih sehat dan nyaman.
“Selain memperkuat struktur fisik, penataan ruang kelas juga dirancang lebih efisien agar sirkulasi udara dan pencahayaan alami berjalan optimal. Lingkungan belajar yang aman dan sehat diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi serta semangat belajar para murid,” jelasnya.
Revitalisasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari orang tua siswa. Mereka berharap pembenahan fasilitas sekolah dapat memberikan ketenangan sekaligus meningkatkan kenyamanan anak-anak ketika mengikuti pembelajaran.
Dengan selesainya seluruh pekerjaan nantinya, SDN Blumbang diharapkan tidak hanya memiliki tampilan yang lebih baik, tetapi juga mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan layak bagi para siswa.
Kepala Desa: Jawaban atas Harapan Orang Tua dan Guru
Sementara itu, Kepala Desa Blumbang, Sujiono, S.E., menyampaikan rasa syukur karena SDN Blumbang menjadi bagian dari program revitalisasi pemerintah.
Menurutnya, program tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di desanya. Bangunan sekolah yang sebelumnya membutuhkan pembenahan kini mendapatkan perhatian melalui program revitalisasi sehingga diharapkan dapat menjadi fasilitas belajar yang lebih layak bagi generasi muda.
Sujiono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKDI mengaku terharu karena revitalisasi sekolah tersebut telah lama dinantikan masyarakat, khususnya para orang tua dan tenaga pengajar.
“Jujur, saya sangat terharu dan bersyukur. Sudah lama kami memimpikan anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa perlu khawatir atap bocor ketika hujan deras turun. Bangunan yang direvitalisasi ini adalah hadiah terindah untuk masa depan anak-anak kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah serta seluruh pihak yang telah mendukung dan memperjuangkan terealisasinya program revitalisasi SDN Blumbang.
Bagi Sujiono, pembangunan sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masyarakat desa. Pendidikan yang baik, kata dia, dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Pendidikan adalah investasi paling penting untuk memutus rantai kemiskinan di desa. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga dan mengawasi proses pembangunan agar berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses revitalisasi dengan tetap memberikan ruang kepada para pekerja untuk menjalankan tugasnya sesuai ketentuan.
“Pembangunan ini milik kita bersama. Saya titip pesan kepada warga, mari kita dukung penuh para pekerja di lapangan. Setelah selesai, tugas kita adalah merawatnya bersama-sama agar fasilitas ini bisa digunakan sampai generasi anak-cucu kita,” pungkasnya.
(THER)
