- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Senandung Bambu yang Membanggakan, Siswa SDN Blumbang Maduran Makin Mahir Petik Nada Angklung

Sabtu, 19 September 2026 | 9/19/2026 09:01:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T14:01:31Z
Di tengah gempuran gawai dan game online, siswa SDN Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan justru memilih jalan berbeda. Mereka kompak melestarikan budaya Nusantara lewat alunan angklung yang kini makin mahir mereka mainkan.


Lamongan, Liputan12.com — Alunan suara bambu berlaras merdu terdengar dari lingkungan SD Negeri Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Bukan sekadar suara aktivitas anak-anak di sela kegiatan sekolah, melainkan lantunan musik tradisional angklung yang dimainkan dengan penuh semangat oleh para siswa.


Di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin akrab dengan berbagai perangkat digital, siswa SDN Blumbang justru menunjukkan antusiasme dalam mempelajari seni musik tradisional Nusantara. Melalui kegiatan ekstrakurikuler angklung, mereka mendapatkan ruang untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan. Latihan angklung juga melatih konsentrasi, kedisiplinan, kesabaran, rasa tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.


Dalam permainan angklung, setiap siswa memiliki peran terhadap nada tertentu. Mereka harus memperhatikan aba-aba dan memainkan instrumen pada waktu yang tepat agar rangkaian nada dapat terdengar harmonis. Kesalahan atau keterlambatan satu pemain dapat memengaruhi keseluruhan irama.


Karena itu, proses latihan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan kekompakan. Para siswa terus berlatih untuk mengenali nada, mengikuti tempo, memperhatikan arahan, hingga mampu memainkan lagu secara bersama-sama.


Hasilnya mulai terlihat. Para siswa SDN Blumbang kini semakin percaya diri memainkan berbagai lagu, mulai dari lagu daerah hingga lagu nasional dan lagu populer yang disesuaikan dengan kemampuan mereka.


Kepala SDN Blumbang, Yuto Mulyo, S.Ag., mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat para siswa yang terus menunjukkan perkembangan dalam kegiatan seni angklung.


Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menghasilkan penampilan musik yang menarik. Lebih dari itu, latihan angklung menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi para siswa.


Melalui kegiatan bersama tersebut, anak-anak belajar bahwa sebuah pertunjukan yang baik membutuhkan kerja sama. Tidak ada satu pemain yang dapat berjalan sendiri, karena setiap nada memiliki peran dalam membentuk sebuah lagu yang utuh.


“Melalui angklung, anak-anak belajar untuk sabar, disiplin, kompak, dan berani tampil. Mereka juga semakin mengenal budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.


Kegiatan seni angklung di SDN Blumbang juga menjadi salah satu bentuk upaya mengenalkan dan menjaga keberadaan musik tradisional kepada generasi muda. Lingkungan sekolah menjadi ruang penting agar anak-anak tidak hanya mengenal budaya melalui buku, tetapi juga dapat mempraktikkannya secara langsung.


Keterampilan para siswa dalam memainkan angklung pada akhirnya bukan hanya menjadi kebanggaan warga sekolah. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pendidikan akademik, pembentukan karakter, pengembangan bakat, dan pengenalan budaya dapat berjalan beriringan dalam suasana belajar yang menyenangkan.


Dari tangan-tangan kecil para siswa SDN Blumbang, senandung bambu itu terus berbunyi. Setiap getaran angklung menjadi bagian dari proses belajar sekaligus pesan bahwa budaya Nusantara akan tetap hidup apabila dikenalkan, dimainkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.



(THER)

×
Berita Terbaru Update