Lamongan, Liputan12.com — Kebahagiaan dan rasa bangga menyelimuti keluarga Kepala Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Sang istri, Hj. Dr. Khoirotun Ni’mah, S.Pd., M.Pd.I., berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dan resmi menyandang gelar Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Khoirotun Ni’mah yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Desa Pucangro mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (5/9/2026) di Auditorium UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian penting setelah melewati rangkaian panjang proses pendidikan, penelitian, hingga penyelesaian disertasi.
Kepala Desa Pucangro, H. Zuli Kasmawanto, S.IP., M.IP., mengaku bersyukur sekaligus bangga atas keberhasilan yang diraih istrinya. Baginya, pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang tambahan gelar akademik, tetapi merupakan bukti ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar.
Zuli mengatakan, perjalanan istrinya untuk meraih gelar doktor tidaklah mudah. Berbagai kesibukan sebagai seorang istri, ibu, nenek, sekaligus Ketua TP-PKK Desa Pucangro harus dijalankan bersamaan dengan tanggung jawab sebagai mahasiswa doktoral.
Rasa bangga itu kemudian ia ungkapkan melalui unggahan di Story WhatsApp yang dilansir pada Sabtu (5/9/2026).
“Proud Husband. POV: menjadi suami dari perempuan hebat yang tidak pernah berhenti belajar,” tulis Zuli dalam unggahannya.
Menurut Zuli, dirinya menyaksikan secara langsung bagaimana sang istri menjalani proses panjang tersebut. Mulai dari kesibukan akademik, begadang menyelesaikan tugas dan penelitian, menghadapi berbagai tekanan, hingga kondisi fisik yang terkadang tidak prima.
Ia pun mengaku terharu ketika seluruh perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Hari ini aku melihat sendiri bagaimana semua lelah, begadang, air mata, sampai sakit-sakit, dan perjuangan itu akhirnya terbayarkan. Bangga sekali melihat kamu sampai di titik ini, sayang. Dr. Khoirotun Ni’mah,” ungkapnya.
Zuli juga turut mendampingi Khoirotun Ni’mah dalam rangkaian Sidang Terbuka Gelar Doktor di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Usai prosesi tersebut dinyatakan selesai dengan predikat “Sangat Memuaskan”, Zuli langsung memeluk sang istri sebagai bentuk kebahagiaan dan dukungan atas pencapaian yang telah diraih.
Bagi Zuli, keberhasilan istrinya tersebut menjadi gambaran bahwa kesibukan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada istrinya yang selama ini tetap menjalankan perannya dalam keluarga sekaligus aktif mendampingi kegiatan masyarakat melalui TP-PKK Desa Pucangro.
“Terima kasih sudah membuktikan bahwa seorang ibu, istri, dan nenek tetap bisa mengejar mimpi setinggi apa pun,” ucapnya.
Ia menambahkan, gelar doktor yang diraih Khoirotun Ni’mah tidak seharusnya dipandang hanya sebagai pencapaian pribadi. Lebih dari itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta lingkungan Desa Pucangro.
“Hari ini bukan cuma tentang gelar, tapi tentang keteguhan hati yang berhasil menaklukkan semuanya,” katanya.
Zuli berharap perjalanan akademik istrinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak muda di Desa Pucangro, agar memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu modal penting dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman. Dengan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan dan wawasan luas, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan semakin baik.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda Desa Pucangro agar tidak pernah berhenti belajar. Pendidikan adalah modal utama untuk menghadapi tantangan zaman dan membangun daerah yang lebih maju,” pungkas Zuli Kasmawanto. (ther)
