- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pengurus Kadin Mandailing Natal Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Jumat, 04 September 2026 | 9/04/2026 01:04:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-03T18:04:21Z
Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mandailing Natal periode 2026–2031 resmi dilantik di Aula Ladang Sari Gunung Tua Panyabungan, Rabu (3/9/2026). Ketua terpilih Bahran Saleh Daulay menegaskan tiga pilar utama kepengurusannya: memperkuat sinergi dengan pemerintah, membangun iklim investasi sehat, dan penguatan UMKM lokal.


Bahran Saleh Daulay Tegaskan Tiga Pilar Utama: Sinergi Pemerintah, Iklim Investasi, dan Penguatan UMKM


Panyabungan, Liputan12.com — Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, periode 2026–2031 resmi dilantik oleh jajaran Kadin Sumatera Utara.


Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Ladang Sari Gunung Tua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (3/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus baru untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal.


Bahran Saleh Daulay yang resmi dipercaya sebagai Ketua Kadin Madina periode 2026–2031 menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kadin sebagai wadah bersama bagi para pelaku usaha sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.



Dalam sambutannya, Bahran menyampaikan bahwa Kadin Madina akan berupaya mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat, terbuka, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kami siap membawa Kadin Madina menjadi rumah bersama para pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Bahran.

 

Menurutnya, dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah, terutama melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Tiga Pilar Program Kerja Kadin Madina 2026–2031


Dalam kesempatan tersebut, Bahran juga memaparkan sejumlah arah kebijakan yang akan menjadi fokus kepengurusan Kadin Madina selama periode 2026–2031.


Setidaknya terdapat tiga pilar utama yang akan menjadi landasan program kerja Kadin Madina.


Pertama, memperkuat sinergi dengan pemerintah.


Kadin Madina menyatakan kesiapan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam merumuskan serta mendorong kebijakan ekonomi yang berpihak pada perkembangan dunia usaha.


Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sekaligus mendorong tumbuhnya investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.


Kedua, membangun iklim investasi yang sehat.


Kadin Madina juga akan membuka ruang yang lebih luas bagi masuknya investasi berkualitas ke daerah. Investasi yang didorong tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga diharapkan memperhatikan aspek lingkungan serta melibatkan potensi sumber daya dan tenaga kerja lokal.


Dengan demikian, kehadiran investasi di Mandailing Natal diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


Ketiga, memperkuat UMKM lokal.


Penguatan sektor UMKM menjadi salah satu perhatian utama kepengurusan Kadin Madina. Para pelaku UMKM akan didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas akses terhadap pasar.


Upaya tersebut diharapkan dapat membantu UMKM lokal naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di tingkat daerah maupun di pasar yang lebih luas.


Dihadiri Forkopimda, Tokoh Masyarakat dan Pelaku Usaha


Pelantikan pengurus Kadin Madina periode 2026–2031 turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Mandailing Natal, Kapolres Madina, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pelaku usaha.


Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai elemen daerah dalam membangun perekonomian Mandailing Natal.


Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat. Acara diisi dengan sejumlah sambutan, di antaranya dari Ketua DPRD Mandailing Natal dan Bupati Mandailing Natal.


Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus Kadin Madina yang baru dilantik.


Pelantikan tersebut sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan Kadin Madina periode 2026–2031 untuk menjalankan berbagai program yang telah dirancang.


Dengan kepengurusan baru, Kadin Madina diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah, sekaligus menjadi motor penggerak pengembangan dunia usaha di Mandailing Natal.


Ke depan, sinergi antara Kadin, pemerintah daerah, pelaku UMKM, investor, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan iklim ekonomi yang semakin produktif, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.



(Aris/Yahya)

×
Berita Terbaru Update