Aceh Tamiang, Liputan12.com — Di sebuah kolam budidaya ikan di Dusun Sosial, Kampung Pandan Sari, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, harapan tentang masa depan ekonomi masyarakat mulai ditabur.
Bukan dalam bentuk bangunan megah atau proyek besar, melainkan melalui ribuan bibit ikan yang kelak diharapkan tumbuh menjadi sumber penghidupan bagi warga.
Sebanyak 5.000 bibit ikan air tawar diserahkan Pemerintah Kampung Pandan Sari kepada Kelompok Tani Perikanan MARGURATAK FISH, Sabtu (12/9/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya kampung mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.
Datok Penghulu (sebutan kepala desa di Aceh Tamiang) Kampung Pandan Sari, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Zulham, Sabtu (12/9/2026), menyerahkan langsung bantuan itu di areal kolam budidaya ikan air tawar milik kelompok.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.500 ekor merupakan bibit ikan lele dan 2.500 ekor lainnya bibit ikan nila.
Di tangan kelompok tani, ribuan bibit itu bukan sekadar ikan yang ditebar ke dalam kolam.
Melainkan modal awal kesempatan untuk belajar, sekaligus harapan agar usaha kecil masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber pendapatan yang lebih menjanjikan.
Menanam Harapan di Dalam Kolam
Bagi masyarakat kampung, kemandirian ekonomi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Terkadang, ia berawal dari lahan yang tersedia, kolam yang dikelola bersama, dan kemauan untuk mengembangkan potensi yang ada.
Pemerintah Kampung Pandan Sari melihat budidaya ikan air tawar sebagai salah satu peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian warga, khususnya kelompok tani perikanan.
Melalui bantuan tersebut, MARGURATAK FISH diharapkan mampu mengembangkan budidaya ikan lele dan nila secara optimal.
Hasilnya kelak bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga berpotensi menjadi usaha produktif yang memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.
Zulham, Datok Penghulu Kampung Pandan Sari, dikesempatan itu mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kampung terhadap masyarakat, terutama kelompok perikanan yang sedang berupaya mengembangkan usaha.
“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kampung Pandan Sari terhadap masyarakat, khususnya kelompok perikanan. Kami berharap 5.000 bibit ikan ini dapat dipelihara dan dikembangkan dengan baik sehingga nantinya memberikan hasil dan meningkatkan perekonomian anggota kelompok,” ujar Zulham.
Menurut Zulham, keberhasilan budidaya ikan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditebar atau hasil panen yang diperoleh.
Lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri, membangun kebersamaan, serta memanfaatkan potensi kampung secara produktif.
Bukan Sekadar Bibit, tetapi Tanggung Jawab
Di balik penyerahan bantuan, terdapat pekerjaan panjang yang harus dilakukan kelompok tani.
Bibit ikan membutuhkan pemeliharaan, pakan, pengawasan kualitas air, pengelolaan kolam, serta ketekunan hingga masa panen tiba.
Setiap tahap menentukan apakah bantuan tersebut akan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan atau berhenti sebagai program sesaat.
Karena itu, Datok Penghulu, Zulham mengajak seluruh anggota MARGURATAK FISH menjaga kebersamaan dan meningkatkan pengelolaan budidaya, mulai dari pemeliharaan hingga proses panen.
Ia menegaskan, yang terpenting bukan hanya bantuan yang diterima hari ini, melainkan bagaimana bantuan tersebut dapat berkembang dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya bantuan yang diberikan hari ini, tetapi bagaimana bantuan ini bisa berkembang dan terus memberikan manfaat. Kami ingin kelompok ini bisa mandiri, berkembang dan menjadi contoh bahwa potensi kampung apabila dikelola dengan baik dapat menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pesan itu menempatkan kelompok tani bukan sekadar sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai pengelola sekaligus penentu masa depan usaha yang sedang dibangun.
Mengukur Keberhasilan dari Kemandirian
Pemerintah Kampung Pandan Sari menyatakan akan terus mendorong berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Budidaya ikan air tawar menjadi salah satu langkah untuk membuka ruang bagi warga dalam menciptakan usaha dari potensi yang tersedia di kampung sendiri.
Keberhasilan program ini nantinya tidak cukup diukur dari berapa banyak ikan yang berhasil dipanen.
Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok, memperkuat usaha bersama, dan mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.
Sebab, pembangunan kampung tidak hanya berbicara tentang jalan, bangunan, atau fasilitas fisik. Pembangunan juga menyangkut bagaimana masyarakat diberi kesempatan untuk tumbuh, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Dari kolam-kolam budidaya di Dusun Sosial, Kampung Pandan Sari, sebuah ikhtiar kecil sedang dimulai. Lima ribu bibit ikan telah ditebar sebagai awal.
Selanjutnya, waktu, ketekunan, pengelolaan, dan kebersamaan kelompoklah yang akan menentukan bibit-bibit itu benar-benar tumbuh menjadi panen.
Dan apakah panen tersebut mampu menghadirkan kehidupan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Reporter : Sutrisno
