- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Labuhanbatu Desak APH Buru "Jabak", Diduga Dalangi Jaringan Sabu yang Kembali Merajalela

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 8/08/2026 05:58:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-08T10:58:32Z

LABUHANBATU, Liputan12.com — 

Sunyi sementara. Begitulah gambaran peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu beberapa waktu lalu. Kini, keheningan itu pecah lagi. 


Agustus 2026, keluhan warga kembali menguat. Sabu-sabu disebut mulai "berjualan bebas" dan meresahkan. Puncaknya, muncul satu nama yang jadi bisik-bisik di warung kopi hingga organisasi kepemudaan: "Jabak".


Warga mendesak aparat penegak hukum, mulai dari Satresnarkoba Polres Labuhanbatu, Satnarkoba Polda Sumut, hingga BNN,  untuk segera "membuka mata dan telinga". Jangan sampai, katanya, APH kalah cepat dari peredaran.

"Jabak" seorang residivis disebut Kembali Aktif, Warga Resah

Seorang warga yang minta identitasnya dirahasiakan mengaku resah. Menurutnya, peredaran yang sempat mereda kini kembali mengkhawatirkan.


"Peredaran narkoba di Labuhanbatu sebelumnya mereda. Tapi sekarang mulai mengkhawatirkan lagi," ujarnya kepada team awak media Liputan12.com, Jumat 7/8/2026.


Ia menyoroti sosok berinisial "Jabak" yang belakangan sering disebut-sebut warga.


"Nama inisial Jabak ini sering dibicarakan di tempat umum. Diduga dia yang mengendalikan peredaran. Katanya orangnya tangguh, bisa 'menerobos'. Bahkan aktif di organisasi kepemudaan juga," katanya.


Julukan "tangguh" dan "menerobos" itu, menurut warga, bukan pujian. Itu sindiran pahit karena diduga yang bersangkutan leluasa bergerak di tengah gencarnya yel-yel pemberantasan narkoba.


APH Diminta Tidak "Tuli" Lagi

Warga menilai, jika dibiarkan, narkoba akan terus "menunggangi pikiran" generasi muda dan merusak tatanan sosial di Labuhanbatu.


"Kami berharap para APH dan penegak hukum agar membuka mata dan telinganya. Peredaran ini nyata di lapangan. Jangan tunggu sampai anak-anak kita jadi korban dulu baru bergerak," tegasnya.


Ia berharap ada operasi besar-besaran dan penangkapan terhadap jaringan yang diduga dikendalikan "Jabak". 


Desakan juga ditujukan langsung ke Satresnarkoba Polres Labuhanbatu, Satnarkoba Polda Sumut, dan BNN. 


"Kepolisian RI harus teguh memegang komitmen pemberantasan narkoba. Jangan cuma di spanduk dan di sambutan upacara saja," sindirnya.


Harapan warga Jangan Ada "Zona Aman" Bagi Bandar

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Labuhanbatu terkait sosok "Jabak" yang disebut warga. 


Warga hanya bisa berharap. Harapannya sederhana: tidak ada lagi "ruang kosong" yang bisa dimanfaatkan pengedar. Tidak ada lagi istilah "merajalela" karena minim pengawasan.


Komitmen negara memberantas narkoba diuji lagi di Labuhanbatu. Dan kali ini, sorotan publik sudah lebih dulu sampai daripada operasi.


Reporter: Tim Liputan12.com

×
Berita Terbaru Update