- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Semarak Silaturahmi dan Syiar Islam, Rutinan Kamis Malam Sekaligus Syukuran Tujuh Bulan Cucu Hambawi di Batu Poro Timur

Kamis, 20 Agustus 2026 | 8/20/2026 10:13:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-20T15:20:40Z
Suasana haru, khidmat, dan penuh kekeluargaan menyelimuti Desa Batu Poro Timur, Kedungdung Sampang. Di tengah lantunan sholawat rutinan Kamis malam Jam'iyah Fathul Qulub Al-Hasaniyah, keluarga besar Bapak Hambawi menggelar tasyakuran tujuh bulan cucunya, Ati Rohmati Kamalia, putri dari Asasul Kamilah dan Faiso.

Sampang, Liputan12.com — Suasana penuh keberkahan, kekeluargaan, dan kebersamaan menyelimuti kediaman keluarga Bapak Hambawi di Desa Batu Poro Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Kamis malam (20/8/2026).

Ikatan Persatuan Alumni dan Masyarakat Jam’iyah Fathul Qulub Al-Hasaniyah Madura yang berpusat di Naungan menggelar kegiatan keagamaan rutin yang dirangkai dengan syukuran tujuh bulan usia cucu Bapak Hambawi, Ati Rohmati Kamalia, putri dari pasangan Asasul Kamilah dan Faiso.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis malam atau malam Jumat mulai pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri Al-Mukarram KH. Muhyiddin, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah, bersama para alumni, simpatisan, serta masyarakat sekitar.

Kehadiran jamaah tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dalam keluarga besar Jam’iyah Fathul Qulub Al-Hasaniyah.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dengan lantunan doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta tausiah keagamaan. Nilai persatuan dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, sejalan dengan semangat organisasi dalam menjaga ukhuwah dan membangun kekompakan di tengah masyarakat.




Pesan KH. Muhyiddin

Dalam tausiah dan pesannya, Al-Mukarram KH. Muhyiddin mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak dan sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan secara lisan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui perilaku, kepedulian terhadap sesama, serta memperbanyak amal kebaikan dan sedekah.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi jamaah agar momentum peringatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.




Ungkapan Terima Kasih Tuan Rumah

Bapak Hambawi bersama istrinya, Ibu Suhaibeh, selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota, alumni, simpatisan, dan masyarakat yang telah hadir.

Keduanya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun pelayanan selama kegiatan masih terdapat kekurangan.

Dengan penuh kerendahan hati, tuan rumah menyampaikan ungkapan, “Tangan ingin memeluk gunung namun tak sampai,” sebagai gambaran keinginan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu, meski masih memiliki keterbatasan.


Mempererat Ukhuwah dan Melestarikan Nilai Keagamaan

Ikatan Persatuan Alumni dan Masyarakat Jam’iyah Fathul Qulub Al-Hasaniyah Madura tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga ukhuwah, mempererat hubungan antarsesama alumni, serta meneruskan nilai-nilai keagamaan yang telah diajarkan para pendahulu.

Kegiatan rutin setiap Kamis malam tersebut menjadi salah satu bentuk konsistensi dalam merawat kebersamaan. Para alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dapat kembali bersilaturahmi dengan sesama anggota sekaligus berbaur dengan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Miftahul Jannah Al-Hasaniyah di Desa Batu Poro Timur terus menjalankan peran dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.


Doa untuk Ati Rohmati Kamalia

Pada momen syukuran tujuh bulan tersebut, seluruh jamaah turut memanjatkan doa untuk Ati Rohmati Kamalia.

Jamaah berharap cucu tercinta keluarga Hambawi tersebut senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT, diberikan kesehatan jasmani dan rohani, tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berakhlak mulia, berbakti kepada kedua orang tua, serta kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian di tengah masyarakat. Nilai-nilai salafiyah yang mengedepankan keteladanan, kesederhanaan, persaudaraan, dan kasih sayang pun diharapkan tetap terjaga dan berkembang di tengah masyarakat Kedungdung, Sampang, dan Madura.


Penulis/Editor: Agus Mandie — Liputan12 Sampang

×
Berita Terbaru Update