- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Ada Akar Pun Jadi Semangat, Warga Dusun Singoprono Bangun Gapura Secara Swadaya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 8/20/2026 07:07:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-20T12:07:05Z
Swadaya Murni, Warga Dusun Singoprono Mantup Bangun Gapura Jadi Ikon Desa.


Lamongan, Liputan12.com — Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan warga Dusun Singoprono, Desa Sukosari, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Dengan mengandalkan swadaya masyarakat, warga secara bersama-sama membangun gapura dusun yang nantinya menjadi penanda identitas sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.


Pembangunan gapura tersebut sepenuhnya didanai melalui swadaya murni masyarakat. Mulai dari iuran sukarela, bantuan material, hingga tenaga, semuanya dilakukan secara ikhlas demi mewujudkan fasilitas yang menjadi cita-cita bersama warga Dusun Singoprono.


Pembangunan gapura bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya persatuan, kekompakan, serta kepedulian warga terhadap kemajuan lingkungan tempat tinggal mereka.


Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, masyarakat turut berpartisipasi aktif. Warga bergotong royong mengerjakan pembangunan sesuai kemampuan masing-masing, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan semangat kebersamaan.


Kepala Desa Sukosari, Tariso, mengatakan pembangunan gapura tersebut merupakan hasil murni swadaya masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa kekompakan dan semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.


"Pembangunan gapura ini adalah cita-cita bersama. Kami ingin Dusun Singoprono memiliki identitas yang jelas dan menarik, sekaligus menunjukkan kekompakan warga kami," ujar Tariso kepada media, Kamis (20/8/2026).


Ia menjelaskan, lokasi pembangunan dipilih di titik strategis yang menjadi akses masuk menuju Dusun Singoprono. Dengan demikian, keberadaan gapura diharapkan dapat menjadi penanda bagi masyarakat maupun para tamu yang datang ke wilayah tersebut.


Desain gapura juga dibuat dengan memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern. Selain diharapkan kokoh, bangunan tersebut dirancang agar memiliki nilai estetika sehingga mampu memperindah lingkungan dan memberikan kesan positif bagi setiap orang yang berkunjung.


Tariso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dusun Singoprono yang telah memberikan dukungan, baik berupa tenaga, material maupun swadaya dalam bentuk lainnya.


"Atas nama Pemerintah Desa Sukosari, kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Dusun Singoprono atas dukungan dan partisipasinya sehingga pembangunan gapura ini dapat terlaksana melalui swadaya bersama," tuturnya.


Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun lingkungannya sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap.


Sementara itu, Ketua Umum LSM HJM, Sukadi, SH, memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga Dusun Singoprono. Ia menilai partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan gapura merupakan bentuk kepedulian sekaligus rasa memiliki terhadap lingkungan.


"Saya memberikan acungan jempol kepada masyarakat Dusun Singoprono. Berkat semangat dan partisipasi aktif warga, pembangunan gapura ini sudah mulai terbentuk dengan baik," kata Sukadi.


Sukadi menambahkan, secara tradisi, gapura tidak hanya berfungsi sebagai bangunan penanda suatu wilayah. Gapura juga merupakan simbol ucapan selamat datang atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah “Sugeng Rawuh”.


Menurutnya, keberadaan gapura menggambarkan keramahan serta rasa hormat tuan rumah kepada setiap orang atau tamu yang datang. Selain menjadi penanda batas wilayah, gapura juga dapat menjadi ikon yang memperkuat identitas sebuah dusun maupun desa.


"Pembangunan gapura masuk Dusun Singoprono ini bertujuan untuk menampilkan identitas atau ikon desa, memperindah tampilan lingkungan, sekaligus menjadi ungkapan keramahan dan rasa hormat kepada masyarakat maupun para tamu yang berkunjung," pungkasnya.


Pembangunan gapura Dusun Singoprono tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting masyarakat. Dari swadaya dan kebersamaan, warga mampu menghadirkan sebuah bangunan yang tidak hanya memiliki fungsi fisik, tetapi juga menyimpan nilai sosial dan kebanggaan bersama.


(THER)

×
Berita Terbaru Update