OGAN ILIR, Liputan12.com– Sebanyak enam siswa SD Negeri 15 Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah pada Kamis (20/8/2026). Keenam siswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Sungai Lebung untuk mendapatkan penanganan medis, dan hingga saat ini masih ada yang terus mengalami gejala.
Berdasarkan keterangan salah seorang orang tua siswa, anaknya sudah menunjukkan gejala sejak di sekolah. “Pukul 11 siang anaknya disuruh pulang, padahal muntah-muntahnya sudah terjadi di sekolah. Setelah pulang kondisinya tidak berhenti, kami langsung membawanya ke Puskesmas Sungai Lebung. Di sana pihak medis segera memasang infus dan menyarankan agar anak kami menjalani rawat inap,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut menjelaskan kronologinya. “Kurang dari lima menit setelah menyantap makanan MBG, siswa-siswa tersebut langsung muntah-muntah. Pihak sekolah pun menyarankan agar mereka segera dibawa pulang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kami tidak menyalakan siapa-siapa, mungkin saja karena faktor panas atau debu, kejadian itu memang terjadi setelah menyantap MBG,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut, lima siswa mengalami gejala muntah saat masih berada di lingkungan sekolah, sedangkan satu siswa lainnya baru menunjukkan gejala tersebut setelah sampai di rumah. Hingga berita ini disusun, masih ada siswa yang terus mengalami muntah-muntah meski sudah mendapat penanganan medis.
Pihak medis di Puskesmas Sungai Lebung terus memantau kondisi para siswa tersebut. Menurut keterangan perawat yang berjaga di Unit Gawat Darurat (UGD), tim masih melakukan penelusuran penyebab pasti kejadian ini. “Kami masih menyelidiki faktor pemicunya, namun yang terlihat jelas saat ini terdapat gangguan atau kelainan pada lambung para pasien,” ujar perawat tersebut.
Warga dan orang tua berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian dan mencegah hal serupa terjadi kembali.