- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemadaman Karhutla di Kecamatan Dayun Masih Berlanjut, Tim Gabungan Kerahkan Ratusan Personel

Senin, 31 Agustus 2026 | 8/31/2026 07:00:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T00:00:46Z
Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seluas 30 hektare di Beruk 83, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, masih terus berlanjut hingga Sabtu (30/8/2026) dengan mengerahkan 258 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, MPA, Manggala Agni, dan sejumlah perusahaan.


Siak, Liputan12.com — Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Beruk 83, RT 022/RW 008, Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, masih terus dilakukan oleh tim gabungan.


Pemadaman berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 11.55 WIB. Lokasi kebakaran berada pada koordinat 0,661988° LU dan 102,074254° BT. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare dan berbatasan langsung dengan kawasan PT BSP di Kecamatan Dayun.


Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, BKSDA hingga sejumlah perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak.


Sedikitnya 31 personel TNI, 90 personel Polri, 15 personel BPBD Kabupaten Siak, 20 personel dari Kecamatan Dayun/MPA, 44 personel PT Ekawana Lestari Darma, 15 personel Manggala Agni Siak, 26 personel PT BSP Siak, 10 personel BKSDA, serta 7 personel PT RAPP diterjunkan untuk mempercepat proses penanganan.


Berbagai peralatan juga dikerahkan ke lokasi. Di antaranya dua unit alat berat milik PT BSP, dua unit mobil pemadam kebakaran TNI, satu unit mobil Damkar PT BSP, satu unit alat berat Dinas PUPR Siak, satu unit alat berat PT Ekawana Lestari Darma, serta dua unit mobil patroli PT BSP-Dayun.


Selain itu, petugas turut menggunakan dua unit mesin mini stiker merek Honda milik Polres Siak, tiga unit mesin pemadam PT Ekawana Lestari Darma, tiga unit mesin pemadam PT RAPP, dua unit mesin pemadam BPBD Siak, serta satu unit drone milik Dinas PUPR Siak untuk membantu pemantauan kondisi di lapangan.


Dalam proses pemadaman, tim gabungan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan sumber air karena kanal-kanal yang berada di sekitar lokasi kebakaran dalam kondisi kering.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, petugas melakukan upaya pembuatan kanal sebagai sumber pendukung kebutuhan air sekaligus sebagai sekat untuk menahan agar api tidak semakin meluas.


Kondisi cuaca yang panas dan hembusan angin cukup kencang turut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Situasi tersebut berpotensi membuat api kembali menjalar ke area lain apabila tidak segera dilakukan penanganan secara menyeluruh.


Meski menghadapi berbagai kendala, koordinasi antarpersonel terus dilakukan. Lokasi kebakaran kini telah dikelilingi sekat kanal yang dibuat untuk menghambat penyebaran api.


Penanganan juga mulai memasuki tahap pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara maupun titik panas yang masih tersisa dapat ditangani sehingga tidak kembali memicu kebakaran.


Komandan Kodim 0322/Siak terus berkoordinasi dengan Bupati Siak, BPBD Kabupaten Siak, Manggala Agni Siak, PT BSP, PT Bim, Dinas PUPR Siak, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Dayun.


Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan Karhutla sekaligus memastikan seluruh titik rawan dapat dipantau secara berkelanjutan.


Selain pemadaman dan pendinginan, tim juga melakukan sejumlah langkah antisipasi, seperti pembuatan sekat kanal, pembuatan embung air, serta berbagai upaya teknis lainnya untuk mencegah api kembali meluas.


Berdasarkan informasi di lapangan, lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Manto Sinaga, warga Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.


Kodim 0322/Siak bersama seluruh unsur gabungan menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.


Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan yang terdampak Karhutla.



Laporan: Sulimanto

×
Berita Terbaru Update