Lamongan, Liputan12.com — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, berlangsung meriah. Karnaval warga yang digelar sebagai rangkaian puncak peringatan kemerdekaan tersebut semakin semarak dengan kehadiran 18 unit sound horeg dan dua kelompok tongklek.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kandang Macan, Desa Kuluran, itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 18 unit sound horeg mengikuti arak-arakan, masing-masing mewakili RT 1 hingga RT 18. Setiap kelompok tampil dengan konsep, kostum, dekorasi, serta kreasi dancer yang berbeda.
Dentuman musik dari sound horeg mengiringi rombongan peserta saat menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah Desa Kuluran. Bahkan, beberapa sound system yang digunakan warga didatangkan dari luar Kabupaten Lamongan dan sejumlah daerah di Jawa Timur.
Tidak hanya mengandalkan kemeriahan sound system, masing-masing RT juga menampilkan berbagai kreativitas. Para peserta mengenakan kostum beragam sembari mempertunjukkan atraksi dan koreografi dancer yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sepanjang jalur karnaval, warga terlihat antusias menyaksikan rombongan yang melintas. Masyarakat dari Desa Kuluran maupun warga dari luar desa turut memadati sisi jalan untuk melihat secara langsung kemeriahan karnaval tersebut.
Kepala Desa Kuluran, Akhmad Syafik, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperingati satu abad Desa Kuluran.
Menurutnya, pawai budaya dan karnaval bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, semangat gotong royong, serta rasa nasionalisme warga.
“ Kami atas nama Pemerintah Desa Kuluran sangat mengapresiasi antusiasme seluruh warga yang ikut menyukseskan dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan hingga puncak acara sehingga dapat berjalan dengan lancar,” ujar Syafik.
Ia menambahkan, karnaval yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
“Ini bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara,” imbuhnya.
Syafik berharap tingginya partisipasi masyarakat dapat terus dipertahankan pada kegiatan-kegiatan desa berikutnya. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, pemuda, panitia, dan seluruh masyarakat dalam menyukseskan acara.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ananto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan satu abad Desa Kuluran sekaligus puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat desa.
Menurut Ananto, karnaval diberangkatkan sekitar pukul 19.30 WIB oleh Kepala Desa Kuluran Akhmad Syafik. Dalam pelepasan tersebut, kepala desa didampingi jajaran perangkat desa serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Desa Kuluran memiliki 18 RT dan masing-masing RT mengirimkan satu peserta atau kelompok untuk mengikuti karnaval. Karena itu, malam ini seluruh RT ikut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan,” jelas Ananto.
Ia menambahkan, untuk menambah semarak acara, masing-masing kelompok juga menghadirkan sound system horeg yang didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Selain 18 unit sound horeg, kehadiran dua kelompok tongklek turut menambah warna tersendiri dalam pawai tersebut. Perpaduan musik, kostum, dancer, dan berbagai kreasi warga membuat suasana karnaval semakin hidup.
Kegiatan berlangsung dengan meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya partisipasi warga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Kuluran dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum satu abad desa.
(Ther)




