Sampang, Liputan12.com – Ribuan warga memadati Masjid Al-Ijabah, Dusun Glisgis, Desa Gunungmaddah, Kabupaten Sampang, Senin malam (24/8/2026). Mereka menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat, penuh haru, serta diwarnai lantunan sholawat yang menggema hingga ke halaman masjid.
Kegiatan yang dilaksanakan selepas salat Maghrib tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat dan dzikir bersama. Selanjutnya, majelis taklim bersama seluruh jamaah melantunkan pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji. Suasana semakin syahdu ketika ribuan jamaah mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, di antaranya KH. Moh. Toha Hairuddin, H. Lora Dikzrullah Jamaluddin, dan H. Lora Badrut Tamam. Hadir pula perangkat Desa Gunungmaddah serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Antusiasme warga terlihat begitu besar. Tidak hanya bagian dalam masjid yang dipenuhi jamaah, halaman sekitar masjid juga tampak dipadati masyarakat dan para santri yang datang untuk mengikuti pengajian serta mengambil keberkahan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, H. Lora Dikzrullah Jamaluddin mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus meningkatkan keimanan dan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid bukan hanya seremonial tahunan. Ini momentum untuk kita bercermin dan memperbaiki diri. Kita harus memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan meneladani akhlak Nabi,” tuturnya.
Ia mengingatkan jamaah agar keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada kegiatan di masjid, tetapi diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Rasulullah telah memberikan contoh bagaimana memperlakukan tetangga dengan baik, bersikap jujur dalam berdagang, serta menyayangi anak yatim dan kaum fakir miskin.
“Kalau kita mau Sampang berkah, maka hidupkan akhlakul karimah beliau di rumah, di pasar, dan di kantor,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.
Lebih lanjut, Lora Jamaluddin menekankan bahwa akhlak Rasulullah SAW juga menjadi landasan penting dalam membangun persatuan dan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan.
“Rasulullah mempersatukan Muhajirin dan Anshar, menguatkan yang lemah, dan memuliakan yang kecil. Hari ini kita juga harus begitu. Jangan sampai peringatan Maulid hanya ramai di masjid, tapi di luar kita masih saling menjatuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap semangat Maulid Nabi mampu menjadi titik balik bagi masyarakat untuk semakin memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta membangun kehidupan sosial yang berlandaskan akhlakul karimah.
“Mari jadikan Maulid ini titik balik untuk menguatkan iman dan lebih berakhlak mulia kepada sesama,” lanjutnya.
Di penghujung kegiatan, Lora Jamaluddin yang juga menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Al-Ijabah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta antusiasme masyarakat yang begitu besar.
Menurutnya, membludaknya jamaah menjadi gambaran kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Nabi Muhammad SAW. Ia berharap semangat bersholawat, memperbanyak dzikir, serta meneladani akhlak Rasulullah dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al-Ijabah pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Gema sholawat yang dilantunkan ribuan jamaah menjadi penutup yang menguatkan pesan utama kegiatan, yakni menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis : Saladin




