- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api

Senin, 24 Agustus 2026 | 8/24/2026 09:54:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T14:54:58Z
Apresiasi Presiden Prabowo menjadi kehormatan, namun bagi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, penghargaan itu bukan miliknya sendiri. Di tengah kepulan asap dan medan gambut yang berat, ia menyebut keberhasilan itu adalah kerja bersama seluruh personel yang siang-malam berjibaku padamkan api.


Pekanbaru – Liputan12.com — Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini memiliki satu fokus utama, yakni memastikan api benar-benar padam dan masyarakat terlindungi dari dampak bencana tersebut.


Pernyataan itu disampaikan Herry menyusul perhatian dan apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya penanganan karhutla di Provinsi Riau. Menurutnya, apresiasi dari Presiden merupakan kehormatan sekaligus dorongan moral bagi seluruh personel dan unsur terkait yang selama ini bekerja di lapangan.


“Apa yang disampaikan Bapak Presiden tentu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Namun, yang paling utama hari ini adalah menuntaskan tugas. Api harus padam, masyarakat harus terlindungi, dan seluruh personel yang bekerja di lapangan harus kembali dengan sehat dan selamat,” kata Herry, Senin (24/8/2026).




Ia menegaskan, penanganan karhutla di Riau bukanlah hasil kerja satu institusi maupun segelintir orang. Setiap titik api yang berhasil dikendalikan merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur yang berada di lapangan.


Mulai dari personel Polri, prajurit TNI, BPBD, Manggala Agni, BNPB, pemerintah daerah, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), tenaga kesehatan hingga masyarakat, seluruhnya memiliki peran dalam upaya pemadaman dan penanganan dampak karhutla.


Sebagian personel bahkan telah berhari-hari berada di kawasan terdampak. Mereka harus menembus kepulan asap dan menghadapi medan gambut yang tidak mudah untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna mencegah api kembali muncul.


“Kalau hari ini penanganan karhutla mendapat perhatian dan apresiasi dari Bapak Presiden, maka penghargaan itu juga menjadi milik seluruh anggota, prajurit dan semua pihak yang bekerja di lapangan. Mereka yang berada di depan, menghadapi panas dan asap, siang dan malam. Mereka yang harus kita jaga dan kita beri semangat,” ujarnya.


Herry mengatakan, dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo akan terus mengawal penanganan karhutla bersama seluruh unsur terkait hingga kondisi di lapangan benar-benar terkendali.


Ia juga meminta seluruh personel untuk tetap menjaga soliditas, mengutamakan keselamatan dan mempertahankan semangat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, berbagai dinamika yang berkembang tidak boleh mengalihkan perhatian dari tanggung jawab utama yang saat ini harus diselesaikan.


“Saya meminta seluruh anggota dan prajurit tetap fokus pada tugas di lapangan. Apa pun dinamika yang berkembang, tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan api padam dan masyarakat terlindungi,” tegasnya.


Bagi Herry, keberhasilan operasi penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari siapa yang memperoleh apresiasi. Ukuran keberhasilan yang paling penting adalah kondisi masyarakat setelah seluruh rangkaian operasi kemanusiaan tersebut selesai.


Ia berharap upaya bersama seluruh pihak dapat segera mengendalikan karhutla sehingga kualitas udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.


“Yang kita inginkan sederhana. Api padam, langit Riau kembali bersih, masyarakat bisa bernapas dengan tenang, dan seluruh anggota serta prajurit kita kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Itu yang sekarang kami perjuangkan bersama,” pungkas Herry.


Editor: Alfitria

×
Berita Terbaru Update