Lamongan, Liputan12.com – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pondok pesantren terus didorong melalui program Pelatihan Kemandirian Ekonomi Pesantren: Teori dan Aplikasi Kerja Sama Bisnis. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 30 September hingga 1 Oktober 2026, bertempat di Hall Sunan Drajat, Lantai 4 Pusat Perekonomian Sunan Drajat, Lamongan.
Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini terbuka bagi para pengasuh pondok pesantren. Bagi pengasuh yang berhalangan hadir secara langsung, keikutsertaan dapat diwakilkan kepada putra maupun putri pengasuh pesantren.
Kegiatan tersebut diselenggarakan tanpa dipungut biaya alias gratis dan menyediakan kuota bagi 200 pesantren. Program ini menjadi kesempatan bagi pesantren untuk memperoleh wawasan sekaligus membangun jejaring dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing lembaga.
Kemandirian ekonomi dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat keberlangsungan pesantren. Dengan pengelolaan potensi yang tepat, pesantren tidak hanya dapat menjalankan fungsi utamanya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat, tetapi juga mampu mengembangkan unit-unit usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, para peserta akan diajak memahami bagaimana melakukan pemetaan terhadap potensi ekonomi yang tersedia di lingkungan pesantren. Potensi tersebut dapat berupa sumber daya manusia, lahan, keterampilan santri, produk lokal, jaringan alumni maupun berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing pesantren.
Materi juga akan membahas strategi membangun unit usaha pesantren, mulai dari mengenali peluang pasar, menyusun konsep usaha, mengelola bisnis, hingga membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan demikian, pesantren diharapkan tidak sekadar memiliki unit usaha, tetapi mampu mengelolanya secara profesional agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain pengembangan usaha secara konvensional, peserta juga akan mendapatkan materi mengenai digitalisasi dan jaringan bisnis antar-pesantren. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pesantren dalam memperluas pemasaran produk, meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, serta membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program ini adalah pentingnya membangun jejaring antarpesantren. Melalui kerja sama bisnis, pesantren dapat saling mendukung dalam hal produksi, pemasaran, distribusi, pertukaran informasi, hingga pengembangan berbagai peluang usaha.
Pelatihan tersebut akan menghadirkan Dr. H. Anas Al Hifni, S.E.I., M.Si. sebagai pemateri. Peserta akan mendapatkan pembekalan yang diharapkan dapat diterapkan secara langsung sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing pesantren.
Tidak hanya mendapatkan materi pelatihan, peserta juga disiapkan berbagai manfaat pendukung. Di antaranya buku, keanggotaan Pesantara, akses aplikasi manajemen pesantren, peluang kemitraan bisnis, sertifikat, serta sejumlah benefit lainnya yang dapat menunjang pengembangan kelembagaan dan usaha pesantren.
Menariknya, program tersebut juga menyediakan bantuan senilai total Rp150 juta bagi pesantren terbaik. Bantuan itu akan diberikan kepada 15 pesantren, dengan masing-masing pesantren mendapatkan Rp10 juta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pesantren terpilih untuk mengembangkan gagasan maupun unit usaha yang telah dirancang. Dengan adanya dukungan tersebut, pesantren memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan ke dalam kegiatan ekonomi yang nyata.
Program ini sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pengasuh dan pengelola pesantren untuk membangun komunikasi, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang ekonomi. Dengan semakin kuatnya jaringan tersebut, diharapkan tercipta ekosistem bisnis pesantren yang saling menopang dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kemandirian ekonomi pesantren bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga bagaimana pesantren dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan manfaat yang lebih luas. Pengembangan usaha yang dikelola secara baik diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pesantren sekaligus membuka peluang pemberdayaan bagi santri, alumni, dan masyarakat sekitar.
Karena kuota peserta dibatasi hanya untuk 200 pesantren, para pengasuh yang ingin mengikuti kegiatan tersebut diimbau segera melakukan pendaftaran melalui kanal yang telah disediakan.
Pendaftaran: s.id/PelatihanKemandirianEkonomiPesantren2026
Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi Aditia di nomor 0813-3056-9729 atau Nofan di nomor 0857-4689-7813.
Panitia mengajak para pengasuh pondok pesantren untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan ekonomi pesantren. Informasi mengenai kegiatan ini juga diharapkan dapat diteruskan kepada pengasuh pesantren lainnya agar semakin banyak lembaga yang dapat mengambil manfaat.
Melalui pelatihan ini, pesantren diharapkan mampu melihat potensi ekonomi yang dimiliki secara lebih luas, mengubah potensi tersebut menjadi unit usaha yang produktif, serta membangun kerja sama bisnis yang kuat. Pada akhirnya, penguatan ekonomi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi terwujudnya pesantren yang semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan peran utamanya dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Editor : Redaksi
