- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Canditunggal Kalitengah Bersholawat dan Pengajian Umum, Padukan Semangat Maulid dengan Gema Kemerdekaan

Senin, 24 Agustus 2026 | 8/24/2026 11:30:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T16:30:54Z
Lantunan shalawat menggema bersama semangat kemerdekaan di Desa Canditunggal. Ratusan warga tumpah ruah dalam pengajian umum yang digelar Pemdes Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Senin malam (24/8/2026), sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW dan rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia.


Lamongan, Liputan12.com – Pemerintah Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menggelar kegiatan sholawat dan pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Desa Canditunggal pada Senin malam (24/8/2026).


Mengusung tema “Berkah Shalawat, Gema Merdeka”, kegiatan tersebut dihadiri Camat Kalitengah KH Khoirul Muksinin, S.Pd., M.M., Kepala Desa Canditunggal H. Mustain Huda, Sekretaris Desa beserta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Canditunggal.


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memadukan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan semangat nasionalisme dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.





Rangkaian acara diisi dengan pembacaan shalawat Nabi, pengajian umum, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Desa Canditunggal. Para peserta memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, persatuan, dan keselamatan.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Canditunggal H. Mustain Huda menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW. Sementara peringatan HUT Kemerdekaan menjadi sarana untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.


“Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, sedangkan peringatan kemerdekaan menjadi sarana memperkuat persatuan dan rasa syukur,” ujar H. Mustain Huda.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan keagamaan seperti ini penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.


“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di acara ini dalam keadaan sehat walafiat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi serta kebersamaan masyarakat,” tuturnya.


Sementara itu, Camat Kalitengah KH Khoirul Muksinin, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa shalawat mengajarkan umat Islam untuk mencintai Rasulullah SAW. Di sisi lain, kemerdekaan merupakan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dengan menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui ilmu, akhlak, serta pengabdian.


“Shalawat mengajarkan kita mencintai Rasulullah SAW, sedangkan kemerdekaan mengajarkan kita mensyukuri nikmat Allah dengan menjaga persatuan dan mengisi negeri ini dengan ilmu, akhlak, serta pengabdian,” ungkapnya.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi yang religius, nasionalis, berakhlak, dan bermanfaat bagi lingkungan, bangsa, serta negara.


Tema “Berkah Shalawat, Gema Merdeka” pun menjadi simbol harapan agar semangat bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sumber keberkahan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap tanah air.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mengambil dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.


Akhlak Rasulullah SAW hendaknya menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persatuan, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.


(ther)

×
Berita Terbaru Update