- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bawa 247,66 Ton Bantuan, Kapolri Pastikan Kebutuhan Korban Gempa NTT Terpenuhi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 8/21/2026 02:45:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-21T07:45:44Z
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kebutuhan 27.700 korban gempa bumi di 107 titik pengungsian Manggarai dan Manggarai Timur, NTT terpenuhi. Polri mengerahkan 247,66 ton bantuan logistik, 236 personel, tim Dokkes, K9, helikopter dan kapal untuk distribusi, pengobatan gratis dan trauma healing bagi warga terdampak.

Manggarai, Liputan12.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri terus bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, Polri telah menyalurkan bantuan logistik dan kemanusiaan mencapai 247,66 ton ke sejumlah wilayah terdampak.

Kapolri menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi terdampak gempa serta sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian yang dihuni warga terdampak bencana kini sudah dapat dijangkau oleh petugas. Polri bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya terus melakukan pemantauan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Saat ini sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi,” kata Kapolri, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan data yang diterima, terdapat sekitar 27.700 orang yang mengungsi dan tersebar di 107 titik pengungsian. Jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai dengan 13.935 orang, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 7.457 orang.



Bantuan yang telah disalurkan Polri tersebut terdiri atas 19,59 ton bantuan dari Mabes Polri dan 228,07 ton dari lima Polda jajaran. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan, pakaian, selimut, genset, terpal, kendaraan pendukung, perangkat pengolahan air atau water treatment, tandon air, hingga perangkat pendukung jaringan internet.

Khusus dalam penyaluran bantuan pada hari itu, Polri mengirimkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, serta 36 boks obat-obatan. Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan enam unit truk menuju wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain dukungan logistik, Polri juga mengerahkan 236 personel untuk membantu proses penanganan bencana di NTT. Personel tersebut memiliki tugas mulai dari pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan dan bakti kesehatan, identifikasi korban, pencarian menggunakan anjing pelacak atau K9, hingga memberikan dukungan operasional di lapangan.

Kapolri menegaskan pengerahan kekuatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjalankan arahan Presiden untuk mendukung seluruh tahapan penanganan bencana.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkuat mobilitas dan pelayanan di wilayah terdampak, Polri juga menyiagakan sejumlah sarana pendukung. Di antaranya Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua unit helikopter AW 169, satu unit helikopter Bell-429, serta pesawat CN, Casa, dan Beechjet.

Kehadiran berbagai sarana tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan, mobilisasi personel, pelayanan kepada masyarakat, serta proses pencarian dan evakuasi apabila masih terdapat warga yang membutuhkan pertolongan.

Kapolri memastikan Polri akan terus mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana berjalan. Sinergi lintas instansi juga akan terus diperkuat agar penanganan dampak gempa dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor: Alfitria



×
Berita Terbaru Update