- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Air Sumur 30 Tahun Berubah Hitam dan Berbusa di Dekat SPPG Rahmatan Lil Alamin, Warga Minta Pemeriksaan Kualitas Air

Selasa, 11 Agustus 2026 | 8/11/2026 02:49:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-11T09:28:12Z
Keresahan warga muncul di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Sampang, Liputan12.com — Keresahan warga mencuat di sekitar lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Seorang warga bernama Darwis mengeluhkan perubahan drastis kondisi air sumur yang selama kurang lebih 30 tahun digunakan keluarganya untuk kebutuhan sehari-hari, (Senin, 10 Agustus 2026).


Menurut Darwis, air sumur yang sebelumnya tidak mengalami persoalan kini berubah menjadi berwarna gelap atau kehitaman, berbusa, serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kondisi tersebut juga direkam dalam sebuah video yang kemudian disampaikan kepada awak media.


Air Berubah Setelah Dapur SPPG Beroperasi

Darwis menyebut perubahan kualitas air mulai dirasakan setelah beroperasinya dapur yang disebut berkaitan dengan SPPG Rahmatan Lil Alamin.


“Selama sekitar 30 tahun sumur saya baik-baik saja. Tapi setelah ada dapur tersebut, airnya berubah kehitaman dan berbusa. Untuk mencuci saja sudah tidak lagi nyaman, apalagi untuk mandi dan dikonsumsi, baunya sangat tidak enak,” ungkap Darwis.

 

Akibat kondisi tersebut, Darwis mengaku tidak lagi menggunakan air sumur seperti sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih keluarganya, ia terpaksa mengeluarkan biaya tambahan dengan membeli air tangki.


“Saya akhirnya harus membeli air tangki sendiri karena air sumur sudah tidak bisa digunakan seperti sebelumnya,” keluhnya.

 

Meski demikian, penyebab pasti perubahan kualitas air tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi fisik air. Pemeriksaan atau uji laboratorium diperlukan untuk mengetahui kandungan air serta kemungkinan sumber pencemarannya.


Warga dan Mitra SPPG Sempat Bertemu

Persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas melalui pertemuan antara warga dengan pihak mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin pada 6 Agustus 2026.


Pertemuan tersebut berlangsung dengan dihadiri warga dan disaksikan pihak Intelijen Koramil Tambelangan. Dalam pertemuan itu, pihak mitra SPPG disebut menyampaikan kesediaan bertanggung jawab apabila berdasarkan pemeriksaan nantinya terbukti terdapat kerugian warga yang berkaitan dengan persoalan tersebut.


Namun, warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan pembicaraan semata. Mereka meminta adanya pemeriksaan kualitas air secara menyeluruh, objektif, dan terukur untuk mengetahui penyebab perubahan warna, bau, serta munculnya busa pada air sumur.


Pihak SPPG: Disebabkan Kebocoran Pipa dan Sudah Diperbaiki

Sementara itu, Mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin, Iis Sugiarto, memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi pada Selasa (11/8/2026).


Menurut Iis, perubahan kondisi air tersebut berkaitan dengan adanya kebocoran pipa. Ia mengatakan persoalan tersebut telah ditangani dan pihaknya juga telah memberikan kompensasi kepada warga.


“Iya Mas, itu karena sudah saya kasih kompensasi Mas. Penyebab adanya kebocoran pipa. Sudah kami atasi,” ujar Iis Sugiarto.

 

Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan ini. Namun, untuk memastikan apakah kebocoran pipa tersebut benar-benar menjadi penyebab perubahan kualitas air sumur, diperlukan pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium terhadap sampel air.


Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan dan kesehatan dapat turun melakukan pemeriksaan secara independen dan transparan.


Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kondisi air, penyebab perubahan kualitasnya, serta langkah penanganan yang diperlukan agar warga tidak terus menanggung beban tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Persoalan ini juga diharapkan dapat diselesaikan secara terbuka dengan mengedepankan kepentingan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar.



Editor  : Saladin
Penulis: Agus Mandie
Sumber: Liputan12 Langsung & Konfirmasi Pihak Terkait
Tanggal: 11 Agustus 2026

×
Berita Terbaru Update