Sampang, Liputan12.com – Sosialisasi budidaya tembakau Madura yang diselenggarakan oleh Suyudi dari PT. Djarum berhasil digelar dengan antusias di Kelompok Tani Rukun Makmur, Dusun Buk Batang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang pada Senin (20/07/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Mukhayat Zukhri selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sokobanah ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang yaitu Mery Sulistiana beserta rekannya, serta didukung penuh oleh Pj. Kepala Desa Tamberu Barat Ach. Rifandi dan Sekretaris Desa Sufyan Asy'ari.
Acara yang berlangsung di rumah Mat Saleh, Ketua Poktan Rukun Makmur, diikuti oleh puluhan anggota kelompok tani dari Dusun Buk Batang. Selama sesi sosialisasi, para petani aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik penanaman tembakau, mulai dari persiapan lahan hingga perawatan tanaman. Mereka juga memaparkan kondisi tanah di wilayah Desa Tamberu Barat yang selama ini lebih banyak digunakan untuk menanam bibit tanaman bukan untuk budidaya tembakau secara penuh.
"Kita sebagai petani di sini memang sudah lama ingin mengembangkan budidaya tembakau, tapi masih banyak kekhawatiran terutama terkait kondisi tanah dan cara penanaman yang benar. Jadi saat ada kesempatan seperti ini, kita langsung mengajukan berbagai hal yang menjadi kekhawatiran kita," ujar salah satu anggota Poktan yang hadir.
Suyudi dari PT. Djarum dalam kesempatan tersebut memberikan pemaparan secara rinci tentang cara menanam tembakau dengan benar, termasuk waktu penanaman yang tepat sesuai musim dan kondisi cuaca di Madura. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan pupuk yang tepat dan dosis yang sesuai sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil panen.
"Perbedaan dalam penggunaan pupuk – baik dalam jumlah maupun jenisnya – akan memberikan dampak yang signifikan pada bentuk dan kualitas tembakau yang dihasilkan. Jika kita menggunakan pupuk secara berlebihan atau tidak sesuai jenisnya, bisa saja tanaman tumbuh besar tapi kualitasnya tidak baik. Sebaliknya, dengan dosis yang tepat, tembakau akan memiliki bentuk dan kualitas yang sesuai dengan standar pasar," jelas Suyudi dengan penuh semangat.
Pj. Kepala Desa Tamberu Barat Ach. Rifandi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap adanya sosialisasi ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani lokal dalam mengembangkan budidaya tembakau sebagai salah satu komoditas yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sesuai dengan harapan kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan budidaya tembakau di Desa Tamberu Barat dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi para petani," ujar Ach. Rifandi.
Perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, Mery, juga menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan teknis dan bantuan lainnya bagi para petani yang ingin mengembangkan budidaya tembakau, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga pendampingan selama proses tanam hingga panen.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat, di mana para petani merasa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah budidaya tembakau yang benar dan siap untuk menerapkannya di lahan masing-masing.
Pimred : Sonhaji




