Sampang, Lioutan12.com - 2 Juli 2026, Keluhan serupa kembali datang dari wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Warga mengeluhkan pelayanan di SPBU setempat yang dinilai lebih memprioritaskan pengisian BBM ke dalam jeriken dibandingkan melayani pengendara mobil maupun sepeda motor yang sudah antre lama.
Banyak pengendara yang terpaksa menunggu berjam-jam di bawah terik matahari, namun pada gilirannya justru diberitahu stok Pertalite sudah habis. Padahal, di saat yang sama petugas terlihat sibuk melayani pengisian ke wadah-wadah milik pengecer.
Kondisi ini makin memberatkan warga karena di pelosok desa, harga Pertalite dijual dengan harga yang sangat mencekik, berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter. Angka ini lebih dari dua kali lipat harga subsidi resmi yang ditetapkan pemerintah.
“Kami antre lama tak dapat, tapi di desa malah dijual mahal sekali. Ini sangat memberatkan kami yang pekerja harian,” keluh salah satu warga.
Kasus di SPBU Banyuates ini menambah rentetan masalah penyelewengan distribusi BBM bersubsidi di berbagai titik Sampang belakangan ini. Warga berharap pihak Pertamina dan aparat berwenang segera melakukan pengecekan menyeluruh dan menindak tegas setiap pelanggaran agar BBM subsidi tepat sasaran.
Penulis: Tim/Agusmandie

