- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Pernyataan: Jika Dapur MBG Dihentikan, yang MERASA Rugi Justru Pengelola dan Investor

Sabtu, 27 Juni 2026 | 6/27/2026 02:39:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-27T07:39:08Z

NasionalLiputan12.com -- Sebuah unggahan yang sedang viral di media sosial mengemukakan pandangan yang mencuatkan bahwa jika operasional dapur pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan, bukan siswa yang akan merasakan kerugian, melainkan pihak pengelola dan mereka yang memiliki kepentingan ekonomi di dalamnya.

Dalam tulisan yang menyebar luas tersebut tertulis: “Dapur MBG dihentikan, tidak ada siswa teriak kelaparan. Yang teriak justru investor dan yang punya dapur, ‘kelaparan’ insentif 6 juta perhari”.

Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan hangat mengenai efektivitas dan keberlanjutan program MBG yang menelan anggaran besar. Pandangan ini menjadi salah satu bentuk kekhawatiran sebagian kalangan masyarakat yang menilai program ini lebih banyak memberikan keuntungan bagi pihak penyedia jasa dan pengelola dapur, ketimbang benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan siswa.

Mereka yang mendukung pandangan tersebut berargumen bahwa siswa akan tetap mendapatkan asupan makanan dari rumah atau melalui bentuk bantuan lain jika program ini diubah skemanya. Namun, bagi pihak yang mengelola dapur MBG, insentif atau bayaran harian yang dinilai besar menjadi alasan utama agar program ini terus berjalan.

Di sisi lain, pendukung program MBG menilai bahwa pernyataan yang viral tersebut belum dapat dianggap benar secara mutlak dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting pada anak sekolah, bukan semata-mata berkaitan dengan keuntungan bisnis.

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis rincian secara terbuka mengenai besaran biaya operasional, insentif yang diterima, maupun keuntungan yang diperoleh oleh setiap pihak pengelola dapur MBG. Masyarakat pun terus menantikan publikasi laporan keuangan yang transparan terkait program ini, agar tidak menimbulkan kecurigaan publik yang semakin membesar.


Sal / @gus

×
Berita Terbaru Update