- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ricuh di SPBU Ketapang: Operator Utamakan Jeriken, Warga Antre Lama Malah Pulang Kosong

Kamis, 02 Juli 2026 | 7/02/2026 02:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-02T07:55:30Z

 


Sampang, Liputan12.com - Selasa 2 Juli 2026, Suasana memanas dan ricuh terjadi di SPBU 54.692.01 Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada siang hari. Kemarahan warga meledak setelah melihat petugas operator justru memprioritaskan pengisian BBM ke dalam jeriken, sementara pengendara mobil dan motor yang sudah mengantre berjam-jam justru tidak kebagian jatah.

 

Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, banyak pengendara rela menunggu berjam-jam dalam antrean yang mengular, namun pada gilirannya justru diberitahu stok sudah habis. Padahal, di saat yang bersamaan petugas terlihat sibuk melayani pengisian ke puluhan jeriken milik oknum pengecer.

 

Situasi ini semakin memicu kemarahan warga karena di kampung-kampung, Pertalite justru dijual dengan harga yang sangat mencekik leher, berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter. Angka ini jauh melonjak dari harga subsidi resmi yang seharusnya hanya Rp10.000 per liter.

 

“Ini sangat menyakitkan. Kami antre dari siang, panas terik, tapi tak dapat apa-apa. Padahal jeriken diutamakan. Di desa pun harga bensin botolan mencekik, sampai Rp25 ribu per liter,” ujar salah satu pengendara dengan nada kesal.

 

Kasus ini menambah panjang daftar keluhan terkait penyelewengan BBM bersubsidi di wilayah Sampang. Warga berharap Pertamina dan kepolisian segera turun tangan, menindak tegas oknum yang bermain curang, serta memastikan BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan pengguna akhir yang berhak.

 Penulis: Tim/Agusmandie

 

 

×
Berita Terbaru Update