SAMPANG, Liputan12.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi puluhan siswa baru jenjang SMP dan SMA Pondok Pesantren Al-Arifin Cangak Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang untuk Tahun Pelajaran 2026-2027 mendapatkan sentuhan khusus dengan mengangkat materi penting terkait kesehatan reproduksi remaja, dengan fokus utama pada sosialisasi pencegahan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Kegiatan yang diadakan secara resmi pada Senin (13/7/2026) tersebut dipimpin dan disampaikan oleh tim ahli dari Puskesmas Tamberu Barat, yaitu Azhardini Fatihah Hidayat, S.St. sebagai Staf Kesehatan Masyarakat dan Mohammad Iqbal, S.Kep. sebagai Perawat Pelaksana.
Dalam sesi penyampaian materi yang mengambil tema "STOP HIV AIDS", kedua narasumber yang berpengalaman tersebut menjelaskan secara rinci dan sistematis mengenai berbagai aspek terkait HIV/AIDS. Mulai dari penyebab timbulnya virus, cara penularan yang sebenarnya berdasarkan data ilmiah, hingga langkah-langkah upaya pencegahan yang konkret dan dapat diterapkan oleh para remaja dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup aspek kesehatan reproduksi remaja secara menyeluruh, seperti pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental diri, memahami batasan-batasan yang harus diperhatikan, serta cara menghindari berbagai risiko kesehatan yang tidak diinginkan akibat kurangnya pengetahuan.
Para siswa baru yang terdiri dari lebih dari 80 orang peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa tinggi selama seluruh proses penyampaian materi berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap penjelasan dengan penuh perhatian, serta tidak sungkan untuk mengajukan pertanyaan jika ada poin atau konsep yang belum mereka pahami dengan jelas. Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan yang mendalam terkait dengan dampak sosial dan psikologis bagi penderita HIV/AIDS, serta bagaimana cara berperilaku yang tepat dalam berinteraksi dengan mereka. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kedalaman pemikiran para siswa dalam memahami informasi penting yang disampaikan. Seluruh peserta juga menunjukkan sikap yang sangat profesional dan penuh rasa hormat terhadap narasumber serta teman sekelas selama kegiatan berlangsung.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Arifin, KH. Sufyan Asy'ari yang hadir langsung dan mewakili seluruh dewan guru, staf administrasi, serta pengurus pesantren, mengungkapkan apresiasi yang mendalam kepada tim dari Puskesmas Tamberu Barat yang telah dengan sukarela memberikan materi edukatif tersebut. Menurutnya, pemilihan tema HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja sebagai bagian penting dari MPLS bukanlah kebetulan, melainkan merupakan keputusan yang sangat matang berdasarkan kebutuhan aktual para siswa di era modern saat ini.
"Kami sangat mengapresiasi kedatangan dan penyampaian materi yang luar biasa bermanfaat oleh petugas Puskesmas Tamberu Barat. Materi ini sangat relevan dan krusial untuk diketahui oleh para siswa baru kami, karena dengan pengetahuan yang benar dan akurat, mereka dapat menghindari berbagai risiko kesehatan yang berbahaya, serta menjadi generasi muda yang cerdas, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan yang bijak dalam menjaga kesehatan diri mereka maupun orang di sekitar," ujar Pengasuh PP. Al-Arifin dalam sambutannya setelah kegiatan berakhir.
Selain itu, Pengasuh juga menambahkan bahwa pihak pesantren berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan edukatif serupa secara berkala, tidak hanya bagi siswa baru tetapi juga seluruh jenjang pendidikan di PP. Al-Arifin. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata dalam membangun kesadaran kesehatan yang tinggi di kalangan generasi muda.
Kegiatan MPLS kali ini diharapkan tidak hanya berperan sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah dan pembentukan karakter siswa baru, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan yang sangat berharga bagi mereka dalam menjaga kesehatan diri dan menghadapi berbagai tantangan sebagai remaja di era modern yang penuh dengan berbagai pengaruh. Pihak pesantren juga berharap agar para siswa dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perubahan yang aktif dalam menyebarkan informasi benar tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi kepada lingkungan sekitar mereka.
Penulis: Tim Liputan12 / Pimred : Sonhaji
